Suzuki
16 April, 2019

Bogor – Berbagai isu terus dikeluarkan oleh pihak asing untuk menjatuhkan komoditas kelapa sawit mulai dari isu lingkungan hingga kesehatan. Padahal faktanya Virgin Red Palm Oil (VRPO) lebih sehat dari minyak nabati lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Masyarakat Perkelapa Sawitan Indonesia (MAKSI), Darmono Taniwiryono kepada perkebunannews.com.

Bahkan, menurut Darmono, biji sawit yang dibawa oleh orang-orang Afrika Barat ke Brazil saat kolonisasi bangsa Portuguese untuk ditanam dengan harapan bisa tumbuh dan berbuah sehingga buahnya bisa dipanen dan minyak sawit merahnya dikonsumsi menurut budaya Afrika Barat.

“Sebab, faktanya Virgin Red Palm Oil (VRPO) telah dikonsumsi sejak 5000 tahun lalu di mana sawit berasal yaitu di Afrika Barat. Hasilnya hingga saat ini masyarakat masih tetap sehat. Serta jika kita berkunjung ke pasar tradisional tidak sedikit masyarakat yang menjual VRPO dalam bentuk botol untuk dikonsumsi secara langsung,” terang Darmono.

Virgin Red Palm Oil (VRPO)

Virgin Red Palm Oil (VRPO)

Artinya, menurut Darmono, Indonesia belum memaksimalkan nutrisi yang terkandung dalam kelapa sawit meskipun Indonesia pengahsil terbesar crude palm oil (CPO). Padahal VRPO sangat dibutuhkan bagi masyarakat.

Bukti nyata masyarakat sangat membutuhkan VRPO karena didalamnya kaya akan Pro-Vitamin A, 15 x karotenoid yang terkandung di wortel, dan 300 x karotenoid yang terkandung di tomat.

“Hal-hal seperti inilah yang masyarakat belum mengetahuinya dan lebih banyak diberitakan kelapa sawit itu mengandung penyakit. Semuanya diputar balik oleh pihak luar untuk mematikan kelapa sawit,” risau Darmono.

VRPO Solusi Mengatasi Stunting
Sehingga, Darmono mengakui disinilah sebenarnya ada peluang mengatasi kekurangan gizi dan kesehatan masyarakat sangat tinggi termasuk untuk mengatasi permasalahan stunting. Padahal 1 dari 3 balita (bawah lima tahun ) di Indonesia mengalami masalahn stunting.

Melihat pentinya VRPO, maka VRPO bisa dipakai sebagai campuran minyak makan pada berbagai tingkat persentase. Apalagi makanan atau minuman yang dicampur dengan VRPO tidak berpengaruh terhadap rasa makanan atau minumannya. Maka berapa pun takaran atau jumlah VRPO yang dicampur ke makanan atau minuman rasa dari makanan atau minuman tersebut tetap sama.

“Jadi saya sudah mencoba dan mengkonsumsinya setiap hari. Seluruh makanan dan minuman yang saya konsumsi di keluraga saya semuanya dicampur dengan VRPO hingga saya membuka tempat makan yang seluruh makannya dicampur dengan VRPO, dan hasilnya konsumen merasa puas karena rasanya tetap sama tapi lebih sehat,” terang Darmono seraya tersenyum. YIN