10 February, 2017

Memang benar saat ini harga karet ditingkat petani sudah mulai merangkak naik tapi bukan berarti harus berdiam diri untuk bisa lebih meningkatkan harga. Salah satu diantaranya yaitu melalui tumpang sari karet dengan tanaman pangan, dan memperbesar penggunaan karet dalam negeri.

“Cara tersebut sebagai salah satu solusi ditengah harga yang dinilai masih rendah meskipun sudah mengalami kenaikan,” kata Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil kepada perkebunannews.

Lebih lanjut, menurut Ali dengan melakukan caranya yaitu dengan melakukan peremajaan pada tanaman karet yang sudah tua dan menggantinya dengan klon tanamanan karet berproduktivitas tinggi, serta melakukan tumpang sari karet – pangan,” jelas Ali.

Adapun program peremajaan karet untuk tahun 2017 ini, Ali berjanji akan dilakukan di 13 provinsi. Sehingga dengan melakukan peremajaan diimbangi dengan tumpang sari tanaman pangan, maka petani karet akan tetap mendapatkan keuntungan.

Sehingga dalam melakukan peremajaan tumpang sari karet – pangan tidak hanya benih atau klon ungggul yang harus disiapkan oleh petani, tapi juga tingkat kesuburan tanah untuk menetukan jenis tanaman pangan apa yang cocok di lahan tersebut.

Kemudian pola tanamnya, sebab petani juga harus menghitung berapa banyak benih tanaman pangan yang harus disiapkan untuk program tumpang sari karet – pangan. Terakhir, kemana harus menjual hasil tanaman pangan tersebut.

“Memang benar didalam juknis karet para petani karet sudah tebiasa menanamnya. Tapi untuk menanam karet – tanaman pangan belum semua petani karet terbisa meskipun harus diakui beberapa daerah sudah ada yang terbiasa,” tutur Ali.

Bahkan, Ali mengakui bahwa saat ini sudah banyak varietas tanaman padi khusus untuk dilahan kering, seperti varietas padi gogo. Sehingga dalam hal ini petani tidak perlu khwatir tanaman padi akan mengganggu akan mengganggu tanaman karetnya.

Lebih dari itu, untuk varietas pagi gogo saat ini sjuga udah ada yang yang masih bisa tahan naungan. Artinya saat ini ada varietas padi gogo yang naungannya sudah mulai tertutup masih ada yang tahan atau tetap tumbuh.

“Sehingga khusus untuk tanaman padi di lahan karet dalam satu tahun bisa dua kali panen. Adapun untuk satu kali panen dalam 1 hektar bisa berproduksi antara 3,5 -4 ton gabah kering giling (GKG). Sebab padi gogo monokultur bisa 8 ton (GKG). Nah sekarang ditumpang sarikan dengan tanaman perkebunan bisa mencapai 3 ton sudah bagus,” papar Ali.

Disisi lain, Ali menjelaskan adapun untuk pola tanam karet dengan tanaman pangan dalam satu hektar petani bisa menanam hingga 400 batang bibit karet. Maka dalam satu hektar tanaman karet tetap bisa ditanam secara maksimal atau 100 persen dan ditambah dengan tanaman pangan sebanyak 60 persen dari tanaman pangan monokultur.

“Tapi tetap kuncinya harus dirawat. Sebab yang namanya varietas unggul jika tidak dirawat maka akan sama saja produksinya akan rendah,” pungkas Ali. YIN