Suzuki
17 May, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Target Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada gula pada 2020 tampaknya bakal molor jadi 2024. Hal ini karena pabrik gula (PG) baru masih belum dapat beroperasi maksimal. Selain itu lahan tebu juga masih dalam persiapan.

Hal tersebut dikatakan Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi di sela-sela Diskusi dan Buka Bersama Media Perkebunan di Jakarta, Kamis (16/5). Disuksi mengangkat tema “Qou Vadis Pergulan Nasional” dihadiri Prof Dr Agus Pakpahan APU, Asosiasi Gula Indonesia, PT Kebun Agung, dan APTRI.

Tahun 2019 produksi gula ditargetkan 2,4 juta ton sehingga ada kenaikan dibanding tahun lalu yang produksi gula mencapai 2,2 juta ton. “Jadi 2020 belum bisa swasembada gula. Targetnya 2024 bisa swasembada gula. Konsumsi gula setiap tahun semakin kecil. Kalau sekarang 2,7 juta ton, maka 2024 itu sekitar 3 juta ton,” ujar Agus.

Agus berharap, 5 tahun ke depan areal tebu menjadi 500 ribu hektar (Ha), sehingga penambahan areal baru dapat berkontribusi signifikan. Sedangkan saat ini areal tebu nasional sebesar 420 ribu Ha.

Pemerintah optimis dengan beroperasinya beberapa PG baru akan ada penambahan areal dan produksi. “Karena PG baru cukup siap dengan areal tebunya. Memang kita akui seperti PT SMS itu PG-nya sudah berdiri, areal tebunya baru dikembangkan. Tapi perusahaan lainnya, PG berdiri sambil menyiapkan tanaman,” jelas Agus.

Agus mengungkapkan, penambahan areal tebu baru berada di luar Jawa seiring dengan beroperasinya PG-PG baru berkisar 500 – 1000 Ha. Untuk tahun 2019 ini penambahan areal di luar Jawa ada sekitar 6 ribu Ha berada dalam program. Sedangkan di luar program ada penambahan lahan lebih dari 20 ribu Ha. (YR)