19 October, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Indonesia Palm Oil Confrence (IPOC) ajang kumpul stake holder baik pelaku sawit, praktisi hingga pemangku kebijakan. Disana akan dipaparkan bagaimana kelapa sawit tahun depan.

Hal tersebut mengemuka saat press confrence di kantor Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Jakarta.

“Jadi dinamika dan perkembangan industri sawit Indonesia selalu menjadi perhatian masyarakat banyak baik secara nasional maupun internasional,” Mona Surya, Ketua Pelaksana IPOC ke 15, dengan tema, “Managing Market, Enhanching Competitivenes.”

Meski begitu, Joko Supriyono, Ketua GAPKI mengakui, seiring dengan semakin besarnya industri kelapa sawit maka semakin besar pula tantangannya baik dari sisi regulasi pemerintah, pasar maupun masyarakat pelaku industri.

Alhasil, harga sawit yang tak kunjung naik dan cenderung menunjukkan tren penurunan menjadi satu tantangan yang besar sehingga sangat penting bagi industri untuk mencari strategi untuk mempunyai daya saing di pasar global.

“Sehingga tema di atas diangkat secara khusus untuk membahas lebih komprehesif mengenai permasalahan yang dihadapi dan bagaimana industri sawit bersikap untuk bertahan menjadi komoditas yang berdaya saing dengan komoditas lain di pasar global,” ucap Joko.

Atas dasar itulah, menurut Joko, konferensi yang akan digelar selama selama dua hari akan membahas bagaimana perang dagang Amerika Serikat dan China, regulasi di negara tujuan ekspor dan ekonomi geopolitik yang akan mempengaruhi masa depan industri sawit.

“Selain itu juga dibahas pengembangan daya saing minyak sawit dengan penekanan pada industri hilir, supply and demand minyak nabati dunia, tren pasar global, dan proyeksi harga minyak sawit untuk tahun berikutnya,” papar Joko.

Sekedar catatan, menurut catatan GAPKI, IPOC KE 15 ini akan dihadiri lebih dari 1500 dari 25 negara di dunia akan dibuka dan diinagurasi Wakil Presiden Republik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI juga akan hadir memberikan Special Keynote Speech.

Kemudian sudah menjadi tradisi bagi IPOC menghadirkan pembicara-pembicara ahli senior dunia untuk menguak trend harga, seperti Dorab Mistry (Godrej International Ltd), James Fry (LMC International), Thomas Mielke (Oilworld) dan Arif P. Rachmat (Kadin Indonesia). YIN