31 December, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Dalam upaya melindungi hutan desa, Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan Universitas Wageningen, Belanda, meluncurkan program Forest Village Conservation based on Livelihood Programme’ di Kalimantan Tengah.

Head of Corporate Communications, Sinar Mas Agribusiness and Food, Wulan Suling, mengatakan, program kerjasama itu berfokus pada upaya perlindungan hutan desa bersama masyarakat untuk menjaga stok karbon tetap terjaga dengan baik melalui pendekatan agroforestry. Sebanyak 4 desa di Kalimantan Tengah (Kalang dan Panimba Raya, Hujung Pata dan Luwuk Lengkuas) telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dalam program tersebut, masyarakat diberikan pendampingan untuk melindungai hutan desa sebagai aset yang sangat penting. Namun, masyarakat juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan meraka melalui budidaya pertanian yang dapat dilakukan selaras dengan perlindungan hutan seperti budidaya tanaman kopi.

“Kami percaya bahwa melakukan kegiatan konservasi bukan berarti mengabaikan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan,” jelas Wulan dalam Media Gathering, di Jakarta, Senin (30/12).

Wulan mengatakan, langkah yang diambil Sinarmas merupakan kelanjutan program dari kegiatan Sinar Mas Agribusiness and Food sebelumnya yang memberikan perhatian serius pada isu kebakaran lahan, yang semenjak 1997, telah menerapkan kebijakan Zerro Burning Policy yang melarang segala bentuk pembakaran hutan dalam membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

Kebijakan ini telah mendorong perusahaan bersama masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi KARHUTLA melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diluncurkan pada 2016.

Program yang memiliki fokus pada tiga bidang yaitu; penanganan KARHUTLA melalui tim Masyarakat Siaga Api (MSA), konservasi hutan dan ketahanan pengan masyarakat telah digulirkan di beberapa propinsi di Indonesia seperti Provinsi Jambi, Riau, Kalbar, Kalteng dan Bangka-Belitung. Sampai dengan akhir 2019, sebanyak 42 desa telah berpartisipasi bersama perusahaan untuk menekan KARHUTLA. (YR)