Suzuki
12 February, 2016

Asam urat kini mulai menyerang usia muda. Penyakit yang membuat persendian itu dapat diobati dengan tanaman sidaguri. Mau coba?

Asam urat kini menjadi penyakit yang tidak bisa dipandang ringan. Karena penyakit ini mulai menyerang orang-orang yang berusia 30 tahun ke atas. Penyakit yang ditandai dengan nyeri pada sendi ini terjadi pada saat pagi hari, terutama saat baru bangun tidur atau malam hari menjelang tidur.

Asam urat sendiri merupakan salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Karena mulai muncul sejak 2.000 tahun yang lalu. Awalnya, asam urat disebut “penyakit para raja” lantaran penyakit ini indentik dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang nikmat. Namun kini, asam urat bisa menimpa siapa saja, khususnya para penggemar makanan enak.

Dunia kedokteran menyebutkan bahwa munculnya asam urat akibat dari konsumsi zat purin yang berlebihan. Purin merupakan zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup, seperti daging hewan. Pada saat kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita.

Berbagai sayuran dan buah-buahan juga ternyata tidak bebas dari purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Tak heran jika awalnya asam urat mulai menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini.

Pada umumnya, penderita asam urat biasanya menggunakan alopurinol untuk mengatasi nyeri persendian. Hanya saja zat kimia tersebut memiliki beberapa efek samping yang merugikan, yaitu reaksi kulit (kulit menjadi kemerahan), reaksi alergi, gangguan saluran cerna, depresi sumsum tulang, anemia aplastik, trombositopenia, agranulositosis, dan retinopati.

Untuk menghindari efek samping obat kimia tersebut, banyak orang kini mulai memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai penawar asam urat. Salah satunya adalah tanaman Sidaguri (Sida rhombifolia L.). Sebagian masyarakat secara tradisional banyak memanfaatkan sidaguri untuk mengatasi berbagai penyakit itu. Bahkan dilaporkan bahwa sidaguri mempunyai efek terhadap penyakit gout dan sebagai anti-inflamasi.

Sebuah penelitian yang dipublikasi Journal of Biological Sciences pada 2009 melansir bahwa flavonoida dari ekstrak herba Sida rhombifolia L. mampu menghambat kadar asam urat hingga 55 persen. Penelitian terhadap ekstrak daun sidaguri yang dilakukan Siti Marwah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universtias Indonesia juga hasilnya positif.

Bagaimana cara memanfaatkan tanaman sidaguri buat asam urat? Cara pertama, ambil bagian batang dan akarnya sebanyak 100 gram untuk diolah menjadi ramuan. Kandungan dalam batang dan akar dinilai memiliki zat-zat berkhasiat untuk menghadang asam urat.

Selanjutnya, cucilah batang dan akar tanaman sidaguri dengan air bersih dan rebus dengan air bersih kira-kira satu liter. Setelah air rebusan mendidih hingga tersisa setengahnya, kemudian angkat dan dinginkan. Langkah selanjutnya adalah tiriskan air rebusan batang dan akar sidaguri tadi agar ampasnya terpisah.

Air rebusan batang dan akar sidaguri bisa ditambahkan gula pasir atau gula merah sesuai selera. Hal ini untuk menghilangkan rasa air rebusan sidaguri yang agak langu. Minumlah secara rutin untuk mendapatkan khasiat dan manfaat tanaman sidaguri sebagai obat asam urat.

Cara kedua, ambil lima batang Sidaguri dan potong bagian atas sehingga hanya tersisa bagian akarnya. Setelah dicuci bersih, rebus dalam gelas atau wadah lain sampi air menyusut menjadi setengahnya. Rebusan air tadi kemudian disaring dan biarkan hingga dingin. Air rebusan mesti disimpan semalam dalam gelas atau wadah tertutup. Setelah itu air rebusan dapat diminum secara teratur dengan dosis satu hingga dua kali dalam sehari. Perlu diingat bahwa akar yang telah direbus tidak bisa diguanakan lagi. (YR)