9 December, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Di hari ulang tahun perkebunan atau Hari Perkebunan (Harbun) Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) menghadiahi bertambahnya luas perkebunan kelapa sawit yang telah tersertifikasi menembus 5,45 juta hektar dengan produksi crude palm oil (CPO) 13 juta ton/tahun.

Kepala Sekretariat ISPO, Aziz Hidayat mengakui bahwa berdasarkan data terakhir per tanggal 9 Desember 2019 ini dari Laporan Penilaian Akhir (LPA) sebanyak 62 Pelaku Usaha Perkebunan Sawit, telah diputuskan sebanyak 55 Pelaku Usaha yang mendapat pengakuan Sertifikat ISPO.

Dari angka tersebut, diantaranya 4 Koperasi Pekebun Swadaya dengan luas areal 264.785 hektar, dengan tanaman menghasilkan seluas 217.530 hektar, dengan produksi TBS sebanyak 3.615.713 ton/tahun dan produksi CPO sebanyak 742.783 ton per tahun.

“Artinya, sampai ini sertifikat ISPO yang terbit adalah 621 dengan 607 perusahaan,10 Koperasi Swadaya,dan 4 KUD Plasma dengan luas total areal 5.450.329 hektar, dimana tanaman menghasilkan seluas 3.178.823 hektar, dan total produksi tandan buah segar (TBS) 60.266.557 ton/tahun dan CPO 13.003.424 ton/tahun. Produktivitas 18,96 ton/hektar dan rendemen rata-rata 24,45 %,” papar Aziz saat berkunjung ke redaksi perkebunannews.com

Lebih lanjut, Aziz menguraikan saat ini perusahaan swasta yang tersertifikasi mencapai 557 perusahaan, dengan luas areal 5.151.481 hektar atau 66,15% dari luas total 7,788 juta hektar. Kemudian Perkebunan bBesan Negara (PBN) seperti PTP Nusantara sebanyak 50 sertifikat, denganluas areal 286.590 hektar atau 40,20 % dari luas total 713 ribu hektar. Terakhir koperasi Pekebun Plasma-Swadaya sebanyak 14 sertifikat seluas 12.270 hektar atau 0,21 % dari luas total 5,807 juta hektar.

Melihat angka tersebut, maka implementasi percepatan sertifikasi ISPO telah menunjukkan hasil yang signifikan dan telah melampaui target Sertifikasi ISPO tahun 2019 seluas 5 juta Ha. “Jadi di tahun 2019 ini kita telah melampai target seluas 5 juta hektar,” pungkas Aziz. YIN