25 July, 2019

Fluktuasi harga CPO di pasar dunia yang cenderung turun sehingga harga TBS juga ikut terjun bebas yang terjadi dalam dua tahun terakhir diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu pemerintah tidak boleh mendiamkan hal ini. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono, menyampaikan hal ini dalam pembukaan Indonesia Palm Oil Sustainbility (IPOS) Forum yang diselenggarakan GAPKI Cabang Sumut dan GAPKI Cabang Aceh di Medan.

Dalam situasi bisnis sawit yang sedang turun ini semua pihak harus pihak harus bersatu dan berbagi tugas. Pengusaha dan petani sawit harus melakukan efisiensi sehingga biaya produksi bisa ditekan.

Untuk pengusaha, Joko minta melakukan efisiensi sehingga biaya produksi bisa ditekan sampai USD460/ton CPO. Sedang petani harus menjaga supaya biaya produksi TBS dibawah Rp1000/kg.

Berikutnya dibutuhkan kebijakan pemerintah agar menjadi pengendali pasar CPO. “ Indonesia adalah produsen terbesar sawit. Kami berharap ada regulasi dari pemerintah yang memungkinkan Indonesia menjadi penguasa industri sawit, baik dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

“Karena itu tentunya kita di sini, petani, pengusaha, dan pemerintah, harus satu bahasa. Apa yang terjadi di pasar saat ini menjadi tanggungjawab bersama. Kita perlu langkah-langkah drastis untuk mengubah ini semua,” tegas Joko Supriyono