Suzuki
26 November, 2018

Ditengah-tengah terus meningkatnya perasingan dalam dunia agribisnis maka sudah saatnya pemerintah menciptakan sumber daya manusia (SDM) milinial dibidang pertanian. Atas dasar itulah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menciptakan SDM Pertanian.

“Jadi memang ada peningkatan signifikan ini terlihat dari total 977 lulusan sejak 2011-2014 menjadi 2.026 lulusan yang tercatat dari tahun 2015-2018 di Sekolah tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang kini bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian,” kata Momon Rusmono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut menurut, Momon, minat pemuda milenial dibidang pertanian pun ikut meningkat 12 Kali lipat atau 1.237 persen yaitu dari 980 pendaftar di tahun 2013 menjadi 13.111 pendaftar di Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) pada tahun 2018.

Hal ini dikarenakan transformasi STPP menjadi POLBANGTAN yang didesign untuk mencetak milenial tani profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional untuk dapat bekerja di perusahaan Multinasional.

Kewirausahaan milenial tani pun meningkat hingga 103 persen dari 500 kelompok Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) di tahun 2016 menjadi 1.013 kelompok PWMP di 2018.

“Ini artinya POLBANGTAN berhasil mencetak milyarder-milyarder tani millenial seperti kelompok PWMP Utami Super Broiler dari timur Indonesia yaitu Manokwari Papua yang berhasil mengembangkan usaha mereka hingga mencapai omzet Rp.1,5 Miliar dalam jangka waktu 1 tahun,” terang Momon. YIN