Suzuki
13 April, 2019

Program utama Kementerian Pertanian adalah mencapai kedaulatan pangan. Apapun programnya maka kuncinya adalah Sumber Daya Manusia. Momon Rusmono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menyatakan hal ini.

Ada dua strategi untuk mewijudkan pembangunan SDM yaitu revitalisasi pendidikan melalui pendidikan vokasi baik menengah maupun tinggi dan peningkatan kapasitas pekerja dan calon pekerja melalui pelatihan bebasis kompetisi. Dua program ini yang menjadi prioritas BPPSDMP dalam bidang pendidikan.

Pendidikan berorientasi pada upaya menciptakan wirausaha muda pertanian (job creator) juga menciptakan sdm yang dibutuhkan (job seeker). Dengan dua sisi ini maka profesi petani direbranding sebagai profesi yang harus memahami agribisnis dari hulu sampai hilir, perkembangan iptek terutama teknologi informasi.

Dilakukan transformasi lembaga pendidikan yang semua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Saat ini sudah ada 6 Polbangtan yaitu Malang, Bogor, Yogyakarta Magelang, Gowa, Manokwari dan Medan. Dalam waktu dekat ini tiga lagi ditransformasi dari SMK-PP jadi Polbangtan yaitu Polbangtan Sembawa, Banjarbaru dan Kupang.

Program studi yang semula penyuluhan dikembangkan jadi 15 program studi terapan pertanian seperti agribisnis pangan, hortilkultura, perkebunan dan peternakan. Satu lagi akan dibangun di Serpong Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia khusus mensikapi paradigma industri 4.0 untuk mempersiapkan sdm pertanian menguasai TI dengan program studi mekanisasi pertanian, teknologi pengolahan dan tata guna air.

Untuk menarik minat pemuda berwirausaha dibidang pertanian danThe 1st Millenial Indonesian Agropreneurs dengan tema Agropreneurs Millenial #Penghela Ekonomi Kreatif dan Inovatif tanggal 18-21 April di Bogor.

Menurut Idha Widi Arsanti, Direktur Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan kelompok wirausaha muda pertanian pada masyarakat; gebrakan untuk membuka peluang kerjasama dunia usaha terhadap dunia pendidikan; mempromosikan Polbangtan, PEPI dan SKMPP serta menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, industri dan agroprenuer.