Suzuki
6 August, 2019

Kalimantan Tengah – Dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim Satgas Api BGA Group siap mengamankan kebakaran.

Ketua Tim Satgas Api yang dipimpin oleh M. Nurul Huda menyampaikan bahwa BGA Group khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) senantiasa melaksanakan program pencegahan kebakaran secara terpadu sesuai peraturan pemerintah.

Hal ini dilaksanakan dalam bentuk program mitigasi potensi kebakaran atau daerah titik rawan, patroli rutin internal dan gabungan dengan aparat, sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran, dan pemberian dan pelatihan alat pemadam kepada masyarakat, membangun embung, sumur bor serta program lainnya.

“Kami siap mendukung program pencegahan dan penanggulangan kebakaran pemerintah kabupaten. Hal ini menjadi tanggungjawab bersama. Oleh sebab itu apel ini menjadi salah satu bentuk komitmen dan semangat bersama dalam mencegah terjadinya karhutla,” Ujar Nurul.

Nurul berharap, koordinasi pencegahan kebakaran tahun 2019 di Kobar ini, yang puncaknya pada pelaksanaan kegiatan Apel Siaga Gabungan ini dapat memperkuat koordinasi serta kesiapan mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan secara cepat dan tepat.

Ditempat yang sama, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan ada sekitar 900 orang yang siap mengamankan kebakaran di Kobar ini. Tim tersebut berasal daro BPBD Kobar, Manggala Agni. Tagana, YNI, Polri, Satpol PP dan Damkar.

mengikuti kegiatan apel siaga kebakaran hutan dan lahan tahun 2019 di lapangan Sampuraga Baru, Kecamatan Arut Selatan, kabupaten setempat, Selasa 22 Juli 2019 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). “Kita mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan pada saat memasuki kemarau panjang,” kata Hj Nurhidayah.

Selain itu, Hj Nuhidayah menghimbauan kepada masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. Hal ini sangat penting, mengingat kebakaran hutan dan lahan membawa kerugian besar baik moril maupun materil.

Seperti diketahui, bahwa peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang telah lalu meninggalkan jejak kerusakan yang sangat dahsyat, terutama peristiwa karhutla pada tahun 2015 yang melebihi krisis kabut asap pada tahun 2017.

“Melalui antisipasi ini maka diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan dikendalikan,” harap Hj Nuhidayah.

Ini dilakukan karena menurut Hj Nuhidayah, apabila tidak diantrisipasi sedini mungkin khususnya pada musim kemarau pada daerah rawan kebakaran maka sudah dipastikan bakal terjadi Karhutla.

“Sudah saatnya pengendalian kebakaran hutan dan lahan ditangani secara terencana, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan,” tegas Hj Nuhidayah.

Dalam hal ini, maka Hj Nuhidayah melakukan pengecekan pasukan serta mengecek peralatan dan armada untuk penanggulangan kebakaran hutan. YIN