27 May, 2019

Tahun 2019 target pupuk subsidi sebesar 8,8 juta ton, atau berkurang 676 ribu ton dibanding tahun 2018 9,55 juta ton. “Untuk mengantisipasi bila masyarakat kekurangan pupuk maka ditiap kios pupuk kita sebar juga pupuk non subsidi 100-200 kg. Jadi bila masyarakat merasa kurang dengan pupuk subsidi mereka bisa membeli tambahannya dengan harga non subsidi,” kata Wijaya Laksana, Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia.

Pupuk Indonesia siapkan stok pupuk subsidi sebanyak 1,32 juta ton yang terdiri dari 489.999 ton urea, 387.135 ton NPK, 148.135 ton ZA , 142.430 ton SP-36 dan 152.379 ton pupuk organik sebagai antisipasi dari pembatasan angkutan berat lebaran 2019 yang diberlakukan sejak 31 Mei – 2 Juni dan 8-10 Juni.

“Jumlah yang kita siapkan di lini III dan IV ini cukup sampai kebutuhan tiga bulan kedepan. Dengan stok sebesar ini maka dipastikan dapat memenuhi kebutuhan petani selama masa libur lebaran, sehingga tidak terjadi kekurangan pupuk,” katanya.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, pupuk Indonesia mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam Permendag nomor 15/2013 yaitu stok pupuk bersubsidi harus tersedia untuk menghindari kelangkaan pupuk dan agar petani lebih mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi.

Sampai 22 Mei 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan 1.634.586 ton urea, 384.586 ton SP-36, 373.720 ton ZA, 1.034.144 ton NPK, 284.393 ton organik dengan total 3.711.289 ton pupuk bersubsidi ke seluruh penjuru tanah air. Angka penyaluran pupuk bersubsisi hingga Mei sudah mencapai 42% dari ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi.