Suzuki
15 April, 2019

Rokan Hulu – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, berkomitmen mendorong produktifitas lahan sawit yang dikelola sendiri maupun mitra petani secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Sebagai wujud nyata dari komitmen PTPN V dalam mengembangkan industri sawit nasional, akan melakukan peremajaan di lahan seluas ± 28.000 Ha yang terletak di lima Kabupaten Provinsi Riau.

“PTPN V sebagai BUMN perkebunan yang beroperasi di Riau berkomitmen meningkatkan optimalisasi potensi industri sawit di Riau, yang sangat besar, melalui rangkaian kegiatan BUMN Untuk Sawit Rakyat dengan menitik beratkan pada Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR),” kata Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa.

Lebih lanjut, menurut Jatmiko, “program PSR ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani plasma dan selaras dengan yang dicanangkan pemerintah.”

Adapun pelaksanannya, Jatmiko mengatakan PTPN V akan bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Himbara, Pemerintah Kabupaten serta petani plasma. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BPDPKS, Pemkab tingkat II, Himbara, PTPN V dengan KUD binaan PTPN V.

Dalam skema kerjasama Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat, masing-masing pihak yang terlibat dalam Program ini akan melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai kewenangan mereka. BPDPKS selaku penyedia dana Rp 25 juta perhektar bagi petani yg melakukan replanting atau tanam ulang. Kemudian perbankan selaku penyedia dana pendamping untuk memenuhi kebutuhan investasi per hektar, petani selaku pemilik kebun. Lalu, PTPN V selaku mitra teknis dan pembeli sawit petani plasma, pemerintah daerah selaku pemberi rekomendasi sebagai prasyarat pencairan Rp 25 juta dari BPDPKS.

“Melalui program ini, para petani plasma sebagai penerima manfaat akan mendapat kejelasan mulai saat pengajuan, pemenuhan persyaratan administrasi, hingga bantuan teknis peremajaan sehingga petani plasma akan lebih mudah melakukan peremajaan kelapa sawit sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kegiatan replanting pertama pada 2017,” terang Jatmiko.

Saat ini, Jatmiko menjelaskan, dukungan pemerintah untuk peremajaan sawit baik dari sisi pendanaan maupun bibit sawit sangat besar, namun petani plasma belum mampu memanfaatkan secara optimal.

“Melalui program PSR yang kami inisiasi hari ini, kami yakin akan mampu membantu Pemerintah mengurai bottleneck dalam pelaksanaan sawit Untuk Rakyat serta mendorong percepatan peremajaan tanaman sawit petani plasma di wilayah Riau sehingga nantinya akan mampu meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani plasma,” ujar Jatmiko.

Disisi lain, Jatmiko megatakan, PTPN V sebagai inisiator program PSR, sudah melakukan peremajaan kebun sawit plasma sejak 2012, dengan total lahan yang telah diremajakan mencapai 3.479 Ha di daerah Kabupaten Rokan Hulu dan Siak.

Sementara, dalam jangka waktu empat bulan di tahun ini, PTPN V telah melakukan peremajaan kelapa sawit seluas 725 ha di kawasan lahan milik KUD Makarti Jaya, Kabupaten Rokan Hulu dengan menghabiskan biaya ± Rp 42,7 miliar yang berasal dari dana hibah BPDPKS dan dana pendamping dari BNI.

“Dalam proses pelaksanaan peremajaan kelapa sawit seluas 725 ha tersebut, PTPN V melibatkan anggota petani plasma untuk melaksanakan pekerjaan lanjutan seperti pembibitan dan penanaman kacangan mucuna sampai dengan penanaman dan pemeliharaan bibit kelapa sawit di lapangan. Pelibatan anggota petani plasma ini menelan biaya lebih kurang Rp 10 miliar,” terang Jatmiko.

Hal ini dilakukan, karena menurut Jatmiko untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani karet, PTPN V juga memperkenalkan Program Subsidi Harga Bokar yang telah dilaksanakan di wilayah kerjanya sejak pertengahan februari 2019. Program Subsidi Harga Bokar bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani karet serta menjadi stabilisator harga karet di pasar.

“Melalui pelaksanaan Program Subsidi Harga Bokar telah didapat sejumlah peningkatan positif yang terjadi di pasar karet di wilayah kami, dimana terjadi peningkatan harga beli Bokar sebesar 17,33%. Selain itu, insentif yang kami berikan terbukti mampu membuat pergerakan harga pasar karet lebih kompetitif, harga tidak lagi dipermainkan oleh pengumpul besar. Hal ini tentu saja membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani karet dan meningkatkan minat petani karet untuk bermitra dengan kami,” terang Jatmiko.

Sekedar catatan, BUMN Sawit Untuk Rakyat dan Ulang Tahun Kementerian BUMN, juga telah digelar Pasar Murah dan Peluncuran Produk Walini di lingkungan PTPN V diRiau, pada tanggal 11 April 2019 dan Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu.

Selama kegiatan Pasar Murah ini Panitia menyediakan paket sembako sebanyak 20 ribu paket. Masing-masing paket berisi Gula 1 Kg, Minyak 1 liter, Teh Celup 1 kotak tersebut dapat dimiliki masyarakat dengan membeli sebesar Rp 11.000. YIN