7 October, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Produksi teh diprediksi anjlok hingga 50 persen tahun ini akibat kemarau panjang. Penurunan itu bahkan bisa lebih jika pekebun tidak melakukan mitigasi terhadap tanamannya.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung Dadan Rohdiana. “Penurunan bisa sampai 50 persen. Bahkan bisa lebih ketika tanaman tidak ada perlakuan mitigasi kemarau,” ujarnya kepada Perkebunannews.com.

Pada prinsipnya, lanjut Dadan, ada beberapa cara bagi pekebun untuk melakukan mitigasi tanaman sebelum memasuki musim kemarau. Caranya antara lain, pemupukan sebelum musim kemarau, penyiapan ketebalan daun pemeliharaan, aplikasi ZnSO4.

Selain itu, tambah Dadan, pekebun harus melakukan pembuatan rorak/embung untuk konservasi air pada saat musim hujan, perlakuan mulsa (khususnya untuk tanaman TBM), perlakuan irigasi (pada blok yang dimungkinkan diberikan aplikasi), dan pengelolaan pohon pelindung.

Setidaknya, kata Dadan, pekebun dapat melakukan 60 persen pemupukan diaplikasikan sebelum musim kemarau. Selebihnya, 40 persen sisanya pemupukan dilakukan pada semester 2 setelah musim kemarau. (YR)