21 November, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Selama tiga tahun terakhir industri kelapa sawit di Indonesia mengalami banyak tantangan serta perkembangan yang secara langsung mempengaruhi petani sawit. Atas dasar hal tersebut maka Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), bakal menyuarakan keluh kesahnya dalam seminar Indonesian Palm Oil Smallholders Conference & Expo (IPOSC) 2019.

IPOSC akan diadakan diadakan pada tanggal 27-28 November 2019, berlokasi di Hotel Aston, Pontianak, Kalimantan Barat, dengan tema “Penguatan SDM dan Kelembagaan Petani Basis Kesuksesan Petani Sawit, selama dua hari tanggal.”

Menurut Sabarudin Manager Organisasi dan Keanggotaan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) salah satu permasalahan yang paling mendasar yaitu terjadinya penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sampai di angka harga US$ 450/ton pada tahun 2019 ini merupakan penurunan harga CPO terendah untuk 3 tahun terakhir.

Lantas kedua, adanya hambatan perdangan CPO asal Indonesia terhadap negara tujuan ekspor sawit sperti India, dimana negara Bollywood itu menaikan bea impor terhadap CPO Indonesia menjadi 15% pada tahun 2019.

“Kondisi ini menyebabkan ekspor CPO Indonesia ke India menurun sekitar 12% dari total ekspor CPO 7,63 juta ton CPO, kendati saat ini dari informasi GAPKI sudah mulai ada peningkatan ekspor kembali,” ucap Sabarudin.

Ketiga, lanjut, rencana kebijakan Uni Eropa untuk tidak membeli biodiesel Indonesia yang bersumber dari sawit sebagai kebutuhan bahan bakar biodiesel di negara-negara Uni Eropa.

“Hal ini sangat berdampak pada pasar sawit Indonesia karena Eni Eropa juga sala satu negara tujuan ekpor tebesar untuk CPO Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 4,8 juta ton,” kata Sabarudin.

Berkaca dari masalah-maslah tersebut, Sabarudin mengakui dalam acara tersebut akan diungkapkannya. Diharapkan dari acara tersebut akan ada solusinya bagi petani. Hal ini penting mengingat luas lahan petani saat ini mencapai sekitar 41 persendari total perkebunan kelapa sawit yang ada yang mencapai 14,3 juta hektar.

“Selain untuk mencari solusi bagi beragam permasalahan yang dihadapi oleh petani sawit di Indonesia,” pungkas Sabarudin. YIN