8 November, 2019

Outbreak penyakit gugur daun yang disebabkan Pestalotiopsis sudah sangat serius dan merugikan. Malaysia, Indonesia, India, Sri Lanka dan Thailand sudah mengalaminya. Di Indonesia serangan cukup besar 500.000 ha dan menyerang kebun petani yang pemeliharaanya sangat kurang akibat harga yang rendah. Outbreak terjadi karena tanaman karet yang kurang dipupuk, curah hujan dan kelembaban tinggi dan populasi jamur yang tinggi.

Menurut Tajuddin Ismail, IRRDD Fellow , Malaysia, banyaknya daun yang guguR menyebabkan tanaman stress apalagi kalau terus disadap. Fotosintesis terganggu sehingga produksi rendah. Karena itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki kondisi tanaman.

Gulma harus dikendalikan untuk mengurangi persaingan air dan hara, kelembaban dan inang penyakit. Lakukan pemupukan optimal untuk memulihkan kesehatan pohon, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan produktivitas lateks. Stres pada pohon karet diatasi dengan mengurangi frekuensi sadapan dari d3 ke d4 dan stimulan. Pada kondisi trek penyadapan dihentikan.

Pengendalian dengan fungisida direkomendasikan tetapi kurang populer karena perlu dana besar untuk alat dan mesin penyemprot , sulit dilaksanakan di lapangan, harus dilakukan berkali-kali, biayanya tinggi , risiko terhadap kesehatan penyemprot dan lingkungan.

Aplikasi dengan penyemprot therma fogger di sebuah BUMN, harga alatnya Rp27 juta/unit. Penyemprotan dengan hexaconazole biayanya mencapai Rp180.750/ha/sekali aplikasi. Sedang penggunaan Emdek Air Blast Spayer berkapasitas 800 liter yang harus ditarik traktor, harga sprayer Rp300 juta. Biaya sekali aplikasi dengan fungisida benomyl mencapai Rp394.166/ha.

Pengendalian harus dilakukan secara menyeluruh pada kawasan yang terkena. Pernah terjadi kebun perusahaan melakukan pengendalian tetapi kebun petani disekitarnya tidak, sehingga kebun perusahaan terkena lagi. Setelah pengendalian harus terus dipantau sampai serangan berkurang.

Pengendalian harus segera dilakukan, kalau tidak maka petani akan berhenti berkebun karet sehingga produksi menurun dan masa depan industri karet dipertaruhkan. Pemerintah harus memberi bantuan kepada petani. Harus ada kerjasama antar pemerintah untuk menyelamatkan industri karet dan mendukung lembaga riset menemukan pengendalian paling efektif