2 November, 2019

Konawe Selatan, perkebunannews.com – Membangun pertanian itu harus berkelanjutan sebagai paradigma pembangunan pertanian kedepan. Dengan begitu, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan bermutu yang sehat di dalam negeri dan memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan Meneteri Pertanian, Syahrul Yasin Limo saat membuka Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 di Desa Puudambu, Kecamatan Angantan, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Kita pahami bersama bahwa negara kita adalah negara agraris yang memiliki air dan penyinaran matahari yang cukup dan lahan daratan maupun gunung yang luas. Oleh karena itu, pertanian kita harus maju. Kita buat program Pertanian Masuk Sekolah. Anak-anak sekolah harus memiliki pemahaman pertanian, sehingga keluar dari sekolah minimal memiliki kemampuan memproduksi pangan keluarga,” papar Syahrul.

Atas dasar itulah, Syahrul, mengajak kepada seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Saya akan bicara dengan Kementerian Desa, Kementerian PUPR dan kementerian lainnya untuk sama-sama memajukan pertanian,” kata Syahrul.

DIantarnya, Sayhrul mencontohkan pada komoditi perkebunan. Pada komoditas perkebunan tidak akan lepas peran pentingnya dalam perekonomian nasional yaitu sebagai penyumbang devisa negara melalui ekspor produk perkebunan, baik yang masih berupa bahan baku maupun produk olahan.

“Perkebunan, sebagai sumber mata pencaharian utama bagi petani dan penyedia lapangan pekerjaan di sektor hulu hingga hilirnya,” ucap Syahrul. YIN