11 October, 2019

Jakarta, Perkebunannews – Industri pertanian 4.0 merupakan industri yang mengedepankan teknologi dibidang pertanian. Dalam industri 4.0 bidang pertanian, tentu pertanian modern indikasinya. Pertanian modern yang dimaksud adalah bukan didominasi tenaga manusia lagi, melainkan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Makanya era Industri 4.0 di bidang pertanian ini merupakan milik generasi milenial karena mereka menguasai teknologi informasi dan komunikasi,” kata Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Lebih lanjut, menurut Dedi, pembangunan pertanian itu sangat penting karena menyangkut dalam kekuatan suatu negara. Dahulu ada negara adidaya yang bernama Uni Soviet, tetapi di tahun 1988 terjadi paceklik, sehingga terjadi krisis pangan.

Dari krisis pangan itulah merembet ke berbagai aspek lainnya, mulai dari perekonomian hingga politik mengalami krisis. Akhirnya negara adidaya tersebut runtuh. “Sangat jelas sekali bahwa ketahanan pangan menjadi penting. Makanya menangani pangan itu harus serius, revolusioner dan radikal,” terang Dedi.

Melihat fakta tersebut, menurut Dedi untuk mencapai ketahanan pangan, yang diperlukan saat ini adalah modernisasi pertanian. Modernisasi pertanian yang paling utama adalah dengan mekanisasi.

Artinya dengan mekanisasi tentu proses produksi jadi lebih singkat dan hemat biaya. Contohnya seperti dikelapa sawit, jika dahulu mengambil tandan buah segar (TBS) menggunakan tangan tapi kini menggunakan traktor. “Jadi bisa saja dikendalikan di luar wilayah yang sedang digarapnya. Tentu ini menembus ruang dan waktu. Selain itu, dengan mekanisasi dapat menghemat biaya hingga 60 persen,” terang Dedi. YIN