Suzuki
21 December, 2018

Salah satu strategi untuk meningkatkan produksi kakao adalah dengan memperbanyak sumber benih. “Perlu dibangun sumber-sumber benih di setiap sentra produksi. Dengan cara ini tidak perlu lagi mengangkut benih dari Jawa sampai ke Sulawesi. Bangun sumber benih di setiap sentra produksi,” kata Rubiyo, Profesor Riset Bidang Pemulian dan Genetika Tanaman, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

“Arah dan strategi perakitan varietas, benih hibrida dan varietas unggul baru yang beradaptasi luas serta strategi perbanyakan benih kakao yang tepat akan mempercepat pencapaian produksi kakao pada masa yang akan datang,” katanya.

Keberadaan kebun induk kakao dan penangkar benih kakao yang tersertifikasi untuk menjamin ketersediaan bahan tanaman unggul kakao perlu diperbanyak jumlahnya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pengembangan kakao di Indonesia.

Advokasi untuk menyeragamkan pemahaman dan persepsi tentang perlunya memanfaatkan varietas unggul baru kakao kepada seluruh pemangku kepentingan, merupakan langkah yang perlu dilembagakan sehingga terjamin keberlanjutanya. Disisi lain upaya penajaman penelitian dan pemuliaan kakao untuk menghasilkan varietas unggul tetap harus jadi prioritas.

Inovasi teknologi perakitan varietas unggul kakao melalui pemuliaan modern terbukti mampu memberikan kontribusi lebih besar pada pencapaian perningkatan produksi kakao nasional dan daya saing dengan produsen kakao lain. Terobosan pemuliaan tanaman kakao dengan bantuan bioteknologi menjadi pilihan.

“Terciptanya prakondisi yang kondusif untuk mengembangkan teknik pemuliaan kakao dengan bioteknologi menjadi keniscayaan. Sejak tahun 2017 penggunaan marka molekuler diarahkan pada upaya penciptaan varietas unggul dengan produktivitas yang tinggi, tahan terhadap hama PBK dan penyakit VSD serta BBK, dengan kadar lemak diatas 55%, dan bobot 1 biji kering diatas 1 gr. Bila pola ini terus dikembangkan maka penyediaan varietas unggul akan dapat cepat terpenuhi,” katanya.

Upaya Indonesia untuk menjadi produsen utama kakao dunia bukanlah mimpi. Bila lahan untuk budidaya kakao bisa ditingkatkan sampai 2 juta hektar, yang diimbangi dengan penyediaan varietas unggul, dengan produktivitas minimal 1.000 kg/hektar per tahun, akan meningkatkan produksi kakao nasional menjadi 2 juta ton. Produksi tersebut akan membuat Indonesia menjadi penghasil kakao nomer satu di dunia dibandingkan dengan Ghana 897.000 ton dan Pantai Gading 1.746.000 ton.