9 October, 2019

BALI, Perkebunannews.com – Tantangan terkini yang dihadapi industri agribisnis seperti kelapa sawit salah satunya adalah hama. Industri kelapa sawit sangat membutuhkan terobosan riset untuk mengatasi serangan hama dan rendahnya keberhasilan penyerbukan tanaman kelapa sawit.

Demikian dikatakan Vice President of Sustainability PT Astra Agro Lestari Tbk Bandung Sahari dalam Simposium Internasional On Sustainable Palm Oil di Bali, Selasa (8/10). Simposiun ini merupakan bagian dari International Conference and Congress of Entomological Society of Indonesia yang bertajuk “Learning from the Past, Adapting for the future: Advancements in Ethnoentomology and Entomological Sciences for Food Security and Health.

Bandung mengatakan, faktor pembatas produksi industri kelapa sawit Indonesia salah satunya akibat serangan hama dan rendahnya keberhasilan penyerbukan tanaman kelapa sawit.

“Industri kelapa sawit sangat membutuhkan terobosan riset untuk mengatasi serangan hama dan meningkatkan keberhasilan penyerbukan sehingga produksi tandan buah segar dapat meningkat,” ujar Bandung.

Menurutnya, tantangan terkini yang dihadapi oleh industri agribisnis seperti kelapa sawit salah satunya adalah hama. Hama mengganggu proses pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas kelapa sawit menjadi turun. Hal ini tentu saja menyebabkan pendapatan petani plasma dan swadaya juga ikut menurun dan mengancam kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kata Bandung, rendemen minyak sawit juga sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penyerbukan bunga kelapa sawit yang sangat bergantung kepada serangga. Tidak efektifnya penyerbukan menyebabkan banyaknya buah partenokarpi atau tidak berbiji dengan kandungan minyak yang rendah.

Lebih lanjut, Bandung menjelaskan, pemanfaatan hama juga menjadi upaya serius yang dilakukan Astra Agro dengan melakukan penelitian dan sistem digitalisasi antisipasi serangan hama guna meningkatkan produktivitas tanamannya. Pengendalian hama dengan parasitoid yang dilakukan Astra Agro mampu menekan biaya aplikasi pestisida Oleh perusahaan.

Data Kementrian Pertanian menyebutkan, rata-rata produktivitas tandan buah segar (TBS) perkebunan sawit rakyat di Indonesia hanya 2 ton per hektar. Angka tersebut Jauh di bawah angka produktivitas kebun sawit di Negeri Jiran Malaysia yang bisa mencapai 8-12 ton CPO per hektar. (YR)