Suzuki
1 March, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Pemerintah memberikan perhatian lebih besar kepada petani sawit dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan. Petani menjadi tulang punggung keberlangsungan industri sawit maupun ekonomi nasional.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian sangat besar terhadap sawit. Karena sawit ini memberikan kontribusi besar kepada ekonomi dan punya peranan penting terhadap Indonesia. Kalian ini pahlawan bangsa,” ujar Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya dalam Pertemuan Nasional Petani Sawit Indonesia di Jakarta, Kamis (28/2).

Luhut mengatakan, pemerintah mendorong kelompok tani dapat mengelola pabrik sawit yang bertujuan memasok kebutuhan biofuel di daerah. Kemandirian itu harus ada dan pemerintah punya target 30 persen dari produksi sawit menjadi green fuel. Sehingga impor minyak fosil dapat berkurang besar dalam jangka waktu 2-3 tahun mendatang.

Menurut Luhut, sawit telah menjadi industri yang strategis bagi negara. Kontribusi sawit menyerap tenaga kerja lebih dari 17,5 juta orang, baik langsung maupun tidak langsung sehingga memberi kesejahteraan bagi 2,3 juta petani kecil.

“Oleh karena itu, peran sektor sawit terhadap pengentasan kemiskinan sangat besar. Perkebunan sawit berpengaruh signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Indonesia,” ujar Luhut.

Luhut menekankan, perusahaan kelapa sawit harus melindungi petani untuk menjaga keseimbagan dalam perekonomian dan mencegah kecemburuan sosial. “Presiden Jokowi meminta supaya ada keseimbangan,” pinta Luhut.

Luhut meminta pelaku industri dapat menata praktik perkebunan sehingga Indonesia benar-benar berdaulat, bermartabat dan berkelanjutan. “Kita ini negara besar, enggak boleh diatur-atur apalagi didikte orang,” tagasnya.

Meski begitu, lanjut Luhut, pengembangan perkebunan sawit harus memperhatikan aspek lingkungan agar menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. “Untuk itu pemerintah mengambil langkah moratorium perluasan lahan sawit dan restorasi gambut,” jelasnya. (YR)