Suzuki
26 October, 2018

Bagi pelaku perkebunan kelapa sawit menerapkan konsep sustainable (keberlanjutan) bukanlah suatu tuntutan luar negeri tapi suatu kesadaran bagi pelaku.

Hal itulah yang bergeuruh dalam ruangan Diskusi Sawit Berkelanjutan dengan tema “Sukses Bersama Minyak Sawit Berkelanjutan,” di Jakarta yang dihadiri perkebunannews.com.

Dalam diskusi tersebut Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa anggota GAPKI sangat mendukung ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil). Itu karena sebagai bukti bahwa pelaku perkebunan kelapa sawit telah melaksanakan prinsip dan kriteria berkelanjutan.

“Bahkan tidak hanya ISPO, perusahaan di Indonesia ada juga yang telah berhasil mendapatkan sertifikat RSPO (Rountable Sustainable Pal Oil) dan ISCC International Sustainability & Carbon Certification,” kata Mukti.

Sebagai informasi, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Standard Carbon Certification (ISCC), dilaksanakan secara sukarela (voluntary), sedangkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) bersifat mandatori sehingga wajib dilakukan perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Lebih lanjut, menurut Mukti, perkebunan kelapa sawit Indonesia saat ini sudah memiliki kesadaran tinggi dalam melakukan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan. Imbuhnya, kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah pelosok Indonesia, sebagian besar bertumbuh dari perkebunan kelapa sawit. Terlebih, pendapatan devisa negara saat ini, sumber terbesar berasal dari komoditas minyak sawit dan turunannya.

“Minyak sawit telah berhasil menjadi penyelamat defisit neraca perdagangan Indonesia, melalui kontribusi terbesarnya bagi pendapatan devisa negara,” terang Mukti.

Meski begitu, Sahat Sinaga Guna, Direktur eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) meningkatkan bahwa nilai tambah dari minyak sawit, juga penting sehingga harus ada pengembangan industri hilir sawit.

Sebab, keberadaan industri hilir sawit, akan mendorong tumbuhnya konsumsi domestik, sehingga Indonesia bisa mendapatkan nilai lebih dari bahan baku sebelum di ekspor ke luar negeri. Sehingga dibutuhkan strategi bersama, yang dapat mendorong, terjadinya pertumbuhan industri minyak sawit, dengan meningkatkan konsumsi domestic

“Pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, juga menjadi kunci sukses bersama, demi menyuplai kebutuhan minyak nabati dunia.

Melihat hal tersebut, Tiur Rumondang, Direktur RSPO Indonesia, mengakui bahwa kelapa sawit di Indonesia telah menjadi kekuatan Indonesia dalam menghasilkan produksi minyak sawit. Artinya keberadaan minyak sawit asal Indonesia, supaya bisa dikonsumsi pasar global maka harus menerapkan konsep dan kriteria sustainability. Dengan begitu maka produk minyak sawit telah dikenal sebagai produk berkelanjutan.

“Minyak sawit merupakan satu-satunya minyak nabati berkelanjutan yang ada di dunia, dimana mampu dihasilan oleh perusahaan perkebunan dan petani kelapa sawit,” pungkas Tiur. YIN