Suzuki
11 December, 2018

Bandung, Perkebunannews.com – Dalam upaya mewujudkan pengelolaan pala Papua secara berkelanjutan, Direktur Jenderal Perkebunan, Gubernur Provinsi Papua Barat, Bupati Kabupaten Fakfak, dan Ketua Badan Pengurus Yayasan Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) di sela-sela Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Bandung, Senin (10/12).

Kesepakatan ini merupakan langkah maju untuk mensinergikan seluruh potensi pala yang ada, mulai dari kegiatan hulu sampai hilir dalam upaya perbaikan kualitas serta peningkatan produktivitas pala Papua sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan menjadi instrumen untuk mencapai tujuan pemerintah mengembalikan kejayaan Pala Papua.

Pala Papua (Myristica argentea) telah menjadi produk perkebunan andalan sejak beberapa abad silam. Indonesia sendiri merupakan produsen pala terbesar di dunia, dengan produksi lebih dari 33.000 ton (2015) dan memasok 75 persen dari kebutuhan pasar pala dunia seperti: Vietnam, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan Italia.

Provinsi Papua Barat menyumbang sebesar 14,2 persen dari produksi pala nasional, dimana produksi terbesarnya berasal dari Kabupaten Fakfak. Dengan luas area tanaman pala 17.440 hektar, produksi pala dari Fakfak mencapai 1.750 ton dan jumlah petani yang terlibat langsung dalam budidaya sebanyak 3.587 petani. Hal ini membuktikan bahwa sebagai komoditas utama di Kabupaten Fakfak, pala memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kesepakatan bersama ini dibuat untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas pala Papua dengan melakukan koordinasi dan mensinergikan sarana dan prasarana yang dimiliki para pihak. Langkah konkrit yang akan ditempuh berupa pemetaan kebun dan pendataan petani pala, pengembangan kelembagaan, pengembangan kapasitas sumber daya petani pala, fasilitasi untuk memperoleh Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), pembangunan sistem pemantauan (monitoring) online dan database perkebunan pala, serta sejumlah penelitian terkait peningkatan produktivitas, mutu, dan nilai tambah, akses pasar, serta konservasi lingkungan. (YR)