Suzuki
31 October, 2018

INSTIPER Yogyakarta sejak tahun 2016 telah dipercaya untuk menjalankan program Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit setara Diploma 1. Setiap tahunnya INSTIPER dipercaya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) untuk mendidik 200 orang anak petani dan anak buruh tani kelapa sawit. Pendidikan dan pelatihan kelapa sawit setara Diploma 1 merupakan pendidikan gratis bagi anak petani dan buruh tani kelapa sawit.

Pada tahun ini, INSTIPER kembali dipercaya oleh BPDP-KS untuk kembali mendidik anak petani dan buruh tani kelapa sawit angkatan ke-3. Sebanyak 200 orang mahasiswa baru yang berasal dari 20 provinsi telah sampai di Yogyakarta. Mahasiswa tersebut berasal dari Aceh sampai Papua. Pada tahun ini mahasiswa asal Riau masih menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak yaitu sebanyak 56 orang (28%). Pada wisuda angkatan ke-2 diwisuda sebanyak 199 orang yang berasal dari 18 provinsi di Indonesia.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit setara Diploma 1, Ir. Sri Gunawan, MP, pada acara Wisuda Dan Pembukaan Kuliah Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit Setara Diploma 1 di GRHA INSTIPER, Selasa (30/10) menyatakan para wisudawan tersebut harus segera kembali ke tempat asalnya karena sebagian dari mereka sudah diterima kerja sebagai mandor di perusahaan kelapa sawit.

Sebanyak 130 orang (65%) dari total wisudawan telah diterima bekerja di perusahaan kelapa sawit. 48 orang wisudawan telah diterima bekerja di PT. Bumitama Gunajaya Agro, 32 orang sudah diterima di PT.Astra Agro Lestari, 27 orang diterima di PT. Karyamas, 16 orang di PT. First Resources dan 6 orang di PT. Tri Putra Agropersada.

Kurikulum pendidikan di Pendidikan dan Pelatihan Kelapa Sawit setara Diploma 1 INSTIPER Yogyakarta telah disesuaikan dengan kebutuhan kebun kelapa sawit. Pembelajaran yang diberikan untuk mahasiswa juga disesuaikan dengan materi yang diterima mahasiswa S1 namun waktunya dipadatkan.

Kurikulum blok dipilih dan disesuaikan dengan semua pekerjaan di kebun seperti blok persiapan lahan, blok pembibitan, blok penanaman, blok panen, dan sebagainya.“Kalau pada angkatan 1 dan 2 semuanya dididik menjadi mandor tanaman, pada angkatan 3 ini dibagi menjadi mandor tanaman, kerani perkebunan terutama untuk perempuan dan mill operator,” katanya.

Rektor INSTIPER, Dr.Ir. Purwadi, menyampaikan, “INSTIPER akan berusaha mewujudkan harapan Presiden Jokowi yang disampaikan dalam acara pembukaan IPOC (29/10) di Bali, supaya INSTIPER ikut berperan dalam mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berbasis teknologi maju untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Pada saat ini INSTIPER telah melakukan loncatan ke depan dalam menghadapi revolusi industri generasi 4.0 melalui transformasi New INSTIPER with Advance Technology (NIwAT). INSTIPER juga telah memanfaatkan teknologi maju untuk manajemen kelapa sawit.

Pada saat ini INSTIPER juga telah memiliki AIRICA yaitu pusat riset dan inovasi kecerdasan buatan di bidang agroindustri dan juga disain alat mesin perkebunan kelapa sawit seperti crane graber dan alat transportasi roda 3 serta alat deteksi kematangan buah dengan AI.

Jadi tidak mengherankan jika INSTIPER pada saat ini telah mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta bidang pertanian tertua di Indonesia dengan kompetensi khusus di bidang perkebunan dan kehutanan terutama di bidang perkebunan kelapa sawit.