Suzuki
10 May, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Direktur RSPO Indonesia Tiur Rumondang mengatakan, pelarangan Uni Eropa terhadap minyak sawit (CPO) tidak menyelesaikan masalah atas isu-isu lingkungan yang digaungkan negara Uni Eropa. Salah satu jalan untuk mengatasinya masalah sawit adalah memperbaiki industri kelapa sawit.

RSPO tidak bersikap terlalu keras terhadap kebijakan Uni Eropa dalam menghambat minyak kelapa sawit akhir-akhir ini. “Artinya baik Indonesia maupun Uni Eropa sama-sama harus dihormati. Apa pun bentuk keputusannya,” ujar Tiur dalam Diskusi Sawit Berkelanjutan di Jakarta, Kamis (9/5).

Demikian juga dengan harga CPO yang masih tertekat. “Kami tidak bisa berkomentar banyak tentang dinama harga yang ada. Karena masalah itu sangat ditentukan supply and demand. RPSO hanya dapat mendorong pasokan CPO berkelanjutan sehingga terjadi peningkatan permintaan,” ujar Tiur.

Hal serupa juga dikatakan Sutainable Palm Oil Program Manager WWF Indonesia, Joko Sarjito. “Keputusan Uni Eropa yang melarang CPO tidak menyelesaikan masalah isu lingkungan. Seharusnya mereka (UE) mendukung terhadap apa yang sudah kita lakukan yakni mendorong kelapa sawit yang sustainable,” katanya.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Herdrajat Natawijaya mengatakan, produksi minyak sawit Indonesia harus mengikuti peraturan yang telah diterapkan pemerintah seperti penerapan prinsip dan kriteria ISPO yang wajib dilakukan semua pelaku usaha perkebunan. (YR)