Suzuki
15 April, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com –PT Astra Agro Lestari Tbk mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 1,44 triliun. Perolehan laba bersih ini turun 26,9 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Hal ini akibat dampak turunnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar dunia sepanjang tahun 2018.

Meskipun demikian, pada periode tersebut Perseroan mencatat kinerja operasional yang positif di mana produksi minyak sawit mentah naik 18,5 persen menjadi 1,94 juta ton. Kenaikan produksi tersebut ditopang kenaikan produksi TBS (tandan buah segar) dari kebun-kebun inti sebesar 4,42 juta ton atau meningkat sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun 2017. Total volume transaksi pembelian TBS baik dari Plasma/KKPA maupun pihak ketiga meningkat sebesar 29,5 persen menjadi 5,15 juta ton pada tahun 2018.

Pada segmen usaha penggemukan dan pembibitan sapi yang terintegrasi dengan kebun kelapa sawit juga menunjukkan hasil yang positif. Sepanjang tahun 2018, volume transaksi penjualan sapi Perseroan adalah sebesar 10.230 ekor, tumbuh 268,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah anakan yang dihasilkan dari segmen pembibitan sapi perseroan adalah sebesar 1.612 ekor, meningkat 130,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang diselenggarakan di Jakarta pada 15 April 2019, pemegang saham menyetujui penggunaan 45 persen laba bersih Perseroan sebagai dividen.

Nilai sebesar Rp 336, per saham itu dibagikan sebagai dividen tunai yang akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 112,- per lembar saham yang telah dibayarkan pada 19 Oktober 2018. “Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan,” kata Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa. (YR)