26 October, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Kehadiran, Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Menteri Pertanian (Mentan) baru pada periode kedua kabinet Jokowi ternyata mendapatkan sambutan positif dari komunitas perkebunan. Ada harapan besar dari mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu untuk membawa sub sektor perkebunan agar lebih baik ke depan.

Ketua Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEK-PIR) Indonesia, Setiono menyambut baik dan mendukung program SYL sebagai Mentanyang baru. “Kami sangat menyambut Mentan yang baru ini,” kata Setiono.

Meski begitu, Setiono berharap Mentan yang baru ini bisa memberikan perhatian yang lebih kepada petani rakyat, termasuk kepada petani kelapa sawit. Sebab jumlah petani di Indonesia itu sangat banyak dan yang namanya petani tidak hanya di tanaman pangan saja.

“Atas dasa itulah kami berharap untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) agar Kementerian Pertanian bisa mengambil peran lebih luas sehingga pelaksanaan program tersebut lebih cepat dan efisien,” harap Setiono petani asal Provinsi Riau.

Artinya, Setiono berharap Menteri baru ini bisa lebih juga fokus pada perkebunan. Sebab perkebunan adalah bagian dari pertanian, dan kontribusi dari perkebunan tidaklah kecil, termasuk diantaranya perkebunan kelapa sawit.

Terlebih devisa yang dihasilkan oleh kelapa sawit tidaklah main-main, yaitu kurang lebih mencaopai sekitar mencapai US$ 20,54 miliar. “Kita berharap jangan sampai komoditas kelapa sawit yang cukup potensial ini jatuh seperti komoditas lainnya hanya karena kurang perhatian,” ucap Setiono.

Disisi lain, Setiono juga berharap melihat pentingnya sektor perkebunan maka adanya perhatian khusus dari daerah-daerah yang memeng memiliki areal perkebunan cukup luas, dengan cara adanya Dinas Perkebunan baik di tingkat Provinsi ataupun Kabupaten.

Sebab, jika Dinas Perkebunan digabungkan dengan dinas lainnya, maka otomatis kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengurusi perkebunan tidak akan fokus. Padahal sektor perkebunan adalah sektor yang menyumbang devisa terbesar diantara sektor pertanian lainnya.

“Jadi saya berharap Provinsi-Provinsi dan Kabupaten mempunyai Dinas Perkebunan tersendiri, jangan digabung dengan dinas lainnya agar lebih fokus. Tujuannya percepatan peremajaan lebih serius sehingga akan mendorong sektor perkebunan lebih cepat lagi,” saran Setiono.

Hal senada diungkapkan, Ketua Umum Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI), Badaruddin Sabang Puang, bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran pimpinan baru di Kementerian Pertanian.

“Kita siap mendukung kepemimpinan Menteri Pertanian (baru) ini,” tegas Badaruddin.

Meski begitu, Baddaruddin berharap pada masa kepemimpinannya perkebunan bisa mendapatkan perhatian yang serius mengingat perkebunan adalah sub sektor memiliki kontribusi penting bagi perekonomi buat Indonesia.

Salah satu bukti yaitu dari total luas perkebunan yang ada saat ini, sekitar 90 persennya milik masyarakat atau petani mandiri. Meski begitu banyak kebun milik masyarakat yang sudah melewati umur produktif sehingga perlu diremajakan.

“Artinya, tanpa ada perhatian dari pemerintah produktivitas perkebunan rakyat akan cenderung menurun,” jelas Badaruddin.

Melihat falta tersebut, Badaruddin berharap pemerintah bisa mendorong peningkatan mutu benih dan penguatan penangkar perkebunan melalui kebijakan penerapan Sistem Manajemen Mutu Benih, proses pengadaan benih yang transparan serta adanya dukungan penguatan kapasitas penangkar.

Begitu juga dengan Ketua Umum Masyarakat Kakao Indonesia, Alosyius Danu bahwa pihaknya mendukung Menteri baru tersebut. Akan tetapi harus juga ada pengembangan kluster kakao. Sebab biar bagaimanapun, kakao sebagai sub sektor perkebunan juga bagian dari pertanian.

“Apalagi mengingat Syahrul ini sangat lekat dengan pelaku kakao dan menjadi tokoh yang terlibat dalam berbagai program nasional pengembangan kakao,” terang Danu.

Sehingga, Danu mengakui bahwa pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada perkebunan kakao rakyat, mengingat saat ini produksi nasional cenderung menurun. “Maka kami berharap agar pola pengembangan kakao ke depan berbasis pengembangan korporasi petani,” tutur Danu.

Tidak hanya itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pun, selaku pemimpin daerah menyambut baik kehadiran pimpinan baru di Kementerian Pertanian. Pihaknya berharap Menteri Pertanian yang baru akan lebih menekankan koordinasi dengan pimpinan daerah dalam menyukseskan program pertanian khususnya perkebunan.

Saya berharap agar ada perhatian lebih Kementerian Pertanian terhadap perkebunan mengingat kontribusi sub sektor tersebut terhadap pembangunan wilayah cukup besar.

Hal senada Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, menyatakan siap mendukung kepemimpinan SYL. “Tapi kami berharap Menteri Pertanian akan memberikan perhatian pada pengembangan komoditas berorientasi ekspor, seperti misalnya kopi yang juga bagian dari pertanian,” kata Shabela.

Namun, Shabela berharap adanya program yang menekankan pada pentingnya penguatan kelembagaan dan pengembangan akses pasar,” pungkas Shabela. YIN