Suzuki
17 June, 2019

Saat ini sudah ada 1580 auditor ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) baik auditor internal perusahaan perkebunan, auditor yang tergabung dalam Lembaga Sertifikasi dan auditor independen.

“Ini merupakan kekuatan luar biasa. Selama ini belum ada wadah organisasinya, hanya ada wa group auditor. Karena itu saya dorong auditor ISPO untuk membentuk ikatan atau asosiasi profesi yang mengatur standar perilaku dan kode etik,” kata Azis Hidayat, Kepala Sekretariat Komisi ISPO seusai silaturahmi dan halal bihalal Forum Internal Auditor ISPO.

Organisasi profesi auditor ISPO ini sangat penting karena kualitas implementasi ISPO bisa terbangun dari kualitas auditornya. Bahkan Azis ingin suatu saat auditor ISPO ini punya gelar profesi, seperti internal auditor pemerintah bergelar Certified Internal Auditor yang bersifat internasional.

Diharapkan organisasi profesi auditor ISPO ini handal dan kuat untuk mewadahi semua potensi auditor, menyusun standar perilaku, kode etik yang mengacu pada Permentan nomor 11 tahun 2015 tentang Sistim Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), berbagi pengalaman dan meningkatkan profesionalisme.

Organisasi profesi bisa menjaga profesionalisme dan integritas auditor. Diharapkan dengan adanya organisasi profesi ini masa depan profesi auditor ISPO bisa terjamin. Dalam organisasi ada dewan kehormatan dan kode etik sehingga ada mengontrol.

“Kalau ada auditor yang melanggar kode etik bisa diblack list. Mekanisme itu sekarang belum ada,” kata Azis. Azis yang pernah jadi Irjen Kementan dan aktif sebagai pengurus asosiasi auditor internal pemerintah menyatakan , asosiasi menyusun standar perilaku dan kode etik dan berfungsi sebagai pengawas perilaku auditor.

“Auditor-auditor internal di perusahaan juga bisa menjadi humas bagi ISPO misalnya bila ada LSM, maka mereka yang tampil bagaimana implementasi di perusahaan. Ini merupakan kampanye positif bagi ISPO,” katanya.

Demikian juga dalam berbagai forum kelapa sawit maka auditor ISPO bisa bicara membahas implementasinya. Mereka yang tahu impementasi di lapangan. Sekarang dalam berbagai forum ISPO selalu diwakili oleh Komisi ISPO atau Ditjenbun sebagai regulator.
,