Suzuki
25 September, 2018

Kemenko Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Salah satu yang dipilih adalah pengembangan kurikulum jurusan kopi. Kopi dipilih dengan alasan permintaan dan industrinya semakin meningkat dan menjadi tren ke depan.

SMK Pilot Project Kurikulum Kopi adalah SMK PPN Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kurikulum sistem modul dan lebih fokus pada praktik (30 : 70). Fleksibilitas sekolah dalam menyusun kurikulum bersama DUDI.

Dalam kunjungannya ke SMK PPN Tanjungsari ,Darmin menyatakan sejak 2 tahun lalu merancang program besar yang diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan negara ke depan yaitu kebijakan pemerataan ekonomi. Salah satu pilarnya adalah pendidikan dan pelatihan vokasi.

Pelaksanaan pilot project ini merupakan implementasi dari roadmap kebijakan pengembangan vokasi di Indonesia tahun 2017-2025. Hal ini sejalan juga dengan arahan Presiden bahwa fokus pembangunan tahun 2019 adalah peningkatan kualitas SDM melalui vokasi.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif , Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin menyatakan siswa SMK jurusan kopi akan menyelesaikan masa belajarnya selama 3 tahun dan akan mendapatkan 6 sertifikasi kompetensi bidang perkopian.

Tahun pertama siswa mendapat kompetensi pembibitan dan budidaya kopi, diharapkan siswa mampu menghasilkan bibit yang berkualitas dan menghasilkan tanaman kopi yang produktif dan buah yang berkualitas.

Tahun kedua siswa mendapat kompetensi pasca panen dan pengolahan biji kopi (roasting). Diharapkan siswa mampu mengolah buah kopi menjadi green bean berkualitas. Juga mengolah green bean menjadi biji kopi bernilai tambah tinggi dengan roasting.

Tahun ketiga siswa mendapat kompetensi barista dan kewirausahaan. Diharapkan siswa mampu menyajikan minuman kopi yang memiliki citarasa khas dan membuat rencana usaha serta keuangan dasar dalam menjalankan usaha.

Darmin berharap pilot project ini ditindaklanjuti oleh Kementerian dan Lembaga terkait untuk melakukan perbaikan pada SMK serta direplikasikan agar menjadi lebih masif. “Saya harapkan SMK ini menjadi contoh bagi SMK di daerah lain dan jurusan lain,” katanya.