Suzuki

Jakarta – Demi memperkuat hubungan bilateral kedua negara antara Indonesia dengan Argentina, maka Wakil Presiden (Wapres) Argentina, Gabriela Michetti, berkunjung ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan kerjasama.

“Kerjasama ini diharapkan dapat lebih memperbesar akses buah tropis eksotis, rempah dan produk unggulan Indonesia lainnya ke pasar ekspor Argentina,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di sela-sela kunjungan Wapres Argentina ke Kementan.

Lebih lanjut, menurut Amran, kunjungan tersebut adalah kunjungan yang ke empat kalinya. Adapun kunungan yang keempat ini menghasilkan kesepakatan bahwa pihak Argentina akan kembali membuka pasar perkebunan dan hortikultura asal Indonesia.

“Jadi pihak mereka (Argentina) akan membuka pasar untuk kopi, lada, nanas, pisang dan manggis asal Indonesia,” terang Amran.

Namun, menurut Amran hal yang terpenting yaitu ekspor-ekspor tersebut akan dilakukan tanpa harus melalui negara lain atau langsung ke negara tujuannya yaitu Argentina. “Ini poin penting sehingga dengan memotong jalur, tanpa melalui negara lain maka akan menjadi nilai tambanh,” harap Amran.

Sementara itu, Amran mengatakan, untuk timbal baliknya maka pihak Argentina akan memasukan daging sapi kelas medium. Namun, daging-daging tersebut bisa masuk ke Indonesia asalkan bisa memenuhi 3 persyaratan.

“Pertama, daging tersebut harus terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Kedua, daging-daging tersebut harus halal, dan terakhir daging-daging tersebut harganya harus bisa kompetitif,” urai Amran. Alhasil, lanjut Amran, menurut pihak Argentina daging yang akan masuk bisa dengan harga US$ 3 per kilogram untuk medium cut, bukan prime cut.

Ditempat yang sama, Syukur Iwantoro, Sekjen Kementerian Pertanian menambahkan bahwa ekspor hasil perkebunan ini seperti lada, dan kopi adalah yang pertama untuk komoditas perkebunan. Sebab sebelumnya yang sudah masuk crude palm oil (CPO) dan kakao.

“Artinya ekspor kita (perkebunan-red) ke Argentina bertambah,” pungkas Syukur. YIN