Suzuki
2 November, 2018

NUSA DUA, Perkebunannews.com – Kaitan industri kelapa sawit terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sangat kuat. Hasil analisis kuantitatif yang dilakukan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat – Universitas Indonesia (LPEM UI) mempertegas kesimpulan tersebut.

“Ada hubungan yang sangat erat antara kenaikan jumlah lahan perkebunan kelapa sawit dengan kedelapan indikator SDGs yang diteliti,” kata Febrio Kacaribu, dari LPEM UI saat menjadi pembicara dalam konferensi hari pertama 14th Indonesian Conference Palm Oil di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/11).

Studi kasus dilakukan di Lampung Timur, kawasan yang tercatat terjadi peningkatan lahan kelapa sawit sebanyak 300% dari tahun 2005 hingga 2015. Penelitian menganalisis aspek ekonomi dan sosial dari kelapa sawit yang berkontribusi kepada SDGs.

Lingkup kajian mengenai pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan produksi dan konsumsi, kesehatan (angka harapan hidup), ketersediaan air bersih, kemiskinan dan ketimpangan, ketahanan pangan dan nutrisi, industrialisasi, serta pendidikan.

Hasil riset mengungkapkan, dari 10 persen kenaikan jumlah lahan dari perkebunan kelapa sawit ternyata berpengaruh terhadap 0,05 persen penurunan tingkat kemiskinan. Riset juga berpengaruh dalam menurukan tingkat pengangguran sebesar 0,02 persen.

Selain itu, riset juga menunjukkan peningkatan jumlah lulusan sekolah menengah ke atas sebesar 0,03 persen, dan peningkatan konsumsi non-makanan sebesar 0,12 persen. Sedangkan untuk akses ke air bersih terjadi peningkatan sebesar 0,21 persen.

Kenaikan lahan sawit sebesar 10 persen juga berpengaruh terhadap peningkatan akses sanitasi bersih sebesar 0,17 persen, kenaikan angka pendapatan perkapita sebesar 1,8 persen, dan angka harapan hidup 2 hari lebih tinggi, serta peningkatan rata-rata jumlah kalori sebanyak 15,6 kkal. (YR)