30 November, 2019

Jakarta, perkebunannews.com – Presiden Joko widodo (Jokowi) meminta agar diskriminasi sawit yang dilakukan Eropa jangan diambil pusing. Sebab pasar domestik siap menyerap produksi sawit untuk diolah menjadi biodiesel.

“Artinya CPO (Crude Palm Oil) kita gunakan sendiri untuk biodiesel, biofuel. Kenapa harus tarung dengan Uni Eropa karena kita di-banned, didiskriminasi CPO kita? Kita pakai sendiri saja,” kata Jokowi, mengutip kompas.com.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah tengah menggenjot penggunaan CPO untuk dalam negeri secara besar-besaran. Salahsatu diantaranya untuk dijadikan biodiesel mulai dari B10, B20, B30 hingga akhirnya B100. Adapun diskriminasi terhadap kelapa sawit oleh Eropa itu untuk produk Biofuel dengan total market UD$ 650 juta.

Sebelumnya, Bambang, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Bio Industri pun mengakui hilirisasi industri untuk meningkatkan daya saing dan konsumsi dalam negeri harus segera dilakukan, apalagi harga CPO yang cenderung naik – turun akibat black campaign.

Apalagi para peneliti dari lembaga penelitian dan Perguruan Tinggi telah banyak menemukan inovasi dan teknologi hilirisasi. Seperti diketahui bahwa hampir semua bagian tanaman kelapa sawit memberi manfaat secara ekonomi, akan tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Bio massa berupa daun, tandan kosong dan bungkil sawit dapat dijadikan bahan baku pakan ternak yang kaya nutrisi. Lalu pohon kelapa sawit ex replanting memiliki kandungan pati atau gula yang cukup tinggi.

“Ini persoalan persaingan bisnis dan kepentingan, genderang yang sengaja mereka ciptakan untuk membangun opini bahwa kelapa sawit tidak baik. Kompetitor kelapa sawiit tidak akan pernah berhenti. Sebagai bangsa yang bermartabat kita respon secara arif bijaksana. Berikan penjelasan dengan baik, jalin hubungan kerjasama, lakukan kajian dengan melibatkan para pakar dunia bahwa tuduhan mereka keliru,” pungkas Bambang. YIN