Suzuki
5 November, 2018

Nusa Dua, Bali – Asosiasi Petani Sawit Swadaya Petapahan Maju Bersama mitra dari Asian Agri terpilih sebagai katagori produktivitas kebun tertinggi dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi asosiasi petani dengan produktivitas kebun tertinggi pada kompetisi yang melibatkan KUD dan asosiasi petani sawit dari seluruh Indonesia, dengan umur tanaman 9 hingga 10 tahun dan rotasi panen 3 kali sebulan.

Kebun yang seluruhnya menggunakan bibit Topaz sejak tahun 2008 ini mampu mencapai hasil rata-rata 22,16 ton/Ha/tahun pada masa penilaian Januari-September 2018, dengan perkiraan produktivitas di akhir tahun mencapai 30 ton/Ha/tahun.

“Keberhasilan ini kami terima karena usaha seluruh anggota yang menerapkan praktik terbaik dalam merawat dan mengelola tanaman, yang kami terima dan pelajari dari program kemitraan bersama perusahaan,” jelas H. Suher, Ketua Asosiasi Petapahan Maju Bersama.

Lebih lanjut, menurut H. Suher, Asosiasi Petapahan Maju Bersama ini telah bermitra dengan Asian Agri sejak tahun 2014 dan beranggotakan 129 KK petani yang mengelola 361 Ha kebun kelapa sawit.

“Melalui penghargaan ini kami juga berharap dapat mengajak rekan-rekan petani lainnya untuk dapat memperoleh keberhasilan yang sama, seperti yang kami dapatkan melalui program kemitraan,” ujar H. Suher.

Sementara itu, Head of Partnership Asian Agri, Pengarapen Gurusinga, mengungkapkan kemitraan bersama petani sudah seharusnya menempatkan kesejahteraan petani sebagai yang utama.

“Penghargaan yang diterima oleh Asosiasi Petapahan Maju Bersama menjadi salah satu contoh pencapaian positif dalam program kemitraan antara petani dan perusahaan yang selalu berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani serta aspek keberlanjutan dalam pengelolaan kelapa sawit,” ujar Gurusinga. YIN