Suzuki
4 October, 2018

Revolusi industri 4.0 akan mempengaruhi berbagai bidang, termasuk industri perkebunan. Menghadapi situasi ini, Instiper sebagai lembaga pendidikan yang terkemuka dalam bidang perkebunan bersiap meluncurkan Artificial Intelligence Research and Innovation Center for Agroindustry (AIRICA).

Konsorsium NVDIA AI Technology Center memutuskan Instiper untuk bidang agroindustri sehingga di Asia Pasifik tidak ada lembaga lain yang akan ditunjuk. Instiper menjadi satu-satunya AIRICA di Asia Pasifik.

Ciri teknologi 4.0 adalah penggunaan big data, internet of things (IoT) dan articial intelligence (AI). Sehubungan dengan hal itu Instiper mengadakan lokakarya AI, Deep Learning Institute Workshop bidang Agroindustri menggandeng Universitas Bina Nusantara dan NVDIA Amerika Serikat.

Menurut Purwadi, Rektor Instiper, pembentukan AIRICA ini merupakan lompatan baru bagi Instiper agar benar-benar bersiap menghadapi revolusi industri 4.0. Dengan program ini, kecerdasan buatan diperkenalkan melalui metode deep learning untuk mampu menyelesaikan persoalan analisis dengan cepat.

Direktur AIRICA, Harsawardana menyatakan AI merupakan metode kecerdasan buatan untuk mempermudah berbagai bidang termasuk perkebunan. Misalnya hanya melalui foto sudah bisa diketahui apakah buah sudah matang atau belum, atau melihat apakah pemupukan sudah perlu dilakukan atau belum. Teknologi deep learning adalah membuat mesin belajar suatu hal untuk mencapai tujuan tertentu.