3 November, 2019

Konawe Selatan, perkebunannews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian dan membangun pertanian yang mampu menyediakan pangan secara nasional dan bahkan dunia.

Hal tersebut diungkapkan Meneteri Pertanian, Syahrul Yasin Limo saat membuka Hari Pangan Sedunia (HPS) di di Puudambu, Kecamatan Angantan, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Atas dasar itulah pertanian merupakan tanggung jawab semua pihak. Ini harus menjadi konsolidasi emosional semua pihak bahwa masalah pertanian adalah masalah bersama, kerja bersama.

“Kita berharap para gubernur, bupati, partai politik dan pemangku kepentingan memiliki cara pandang yang baik dan yang wajib bagi semua pihak untuk memajukan pertanian. Sebab masalah pertanian adalah masalah perut dan pertahanan pangan menyangkut pertahanan negara,” himbau Syahrul.

Oleh karena itulah, Syahrul menegskan kepada para Gubernur dan Bupati tidak boleh berjalan sendiri-sendiri tapi harus jalan bersama-sama dengan Menteri Pertanian dan para pihak.

Hal ini karena, Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, sehingga Kementan terus bekerja keras dalam menerapkan Teknologi Industri Pertanian untuk mewujudkan peningkatan dan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045.

“Langkah nyatanya melalui program peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri (konsumsi, industri dan substitusi impor, red) dipenuhi sendiri dan meningkatkan ekspor menjadi bagian utama yang harus dikerjakan,” ucap Syahrul.

Mengingat pentingnya peningkatan produktivitas maka Syahrul menghimbau agar para Gubernur, Bupati , Kapolda, Pangdam diharapkan bisa membantu pertanian. Ini karena pertanian membutuhkan kekuatan khusus untuk menangani komoditas perkebunan. Lembaga riset juga harus kita optimalkan.

“Kementan memiliki lembaga riset di setiap provinsi. Silahkan pemerintah daerah dan perguruan tinggi bekerja sama melalukan riset dan mengembangkan inovasi pertanian memberikan nilai tambah kemajuan pertanian dan petani itu sendiri,” papar Syahrul.

Di sisi lain, Syahrul menegaskan pentingnya menjunjung tinggi pada tradisi dan nilai-nilai luhur dalam proses pembangunan pertanian. Pertanian Indonesia memiliki tradisi dan nilai-nilai luhur yang lekat dengan alam yang harus dilestarikan.

“Karena itu, kita menggunakan teknologi pertanian yang modern, seperti mekanisasi tapi tidak meninggalkan nilai kearifan lokal,” tegas Syahrul.

Hal senada diungkapkan, Gubernur Sulawesi tenggara, Ali Mazi menyatakan Peringatan HPS ke 39 ini harus dapat memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan elemen masyarakat untuk menjaga kedaulatan pangan. Dengan demikian, semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan dunia.

“Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari Kementan dan kementerian terkait agar menempatkan program-program strategis nasional sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkat perekonomian masyarakat,” pungkas Ali. YIN