27 September, 2019

Jakarta, Perkebunannews.com – 26 September 2019 – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui anak perusahaannya PT Industri Nabati Lestari (INL) berhasil memasarkan produk kelapa sawit ke pasar AS dan Eropa dengan melakukan ekspor perdana produk CPO yaitu RBDP 3.000 ton dan Stearin 2.000 ton senilai USD 2,45 juta (sekitar Rp 34,2 miliar).

Menurut Corporata Secretary PT Perkebunan Nusantara Holding Irwan Perangin-Angin, pengapalan perdana produk kelapa sawit dari PT INL, anak perusahaan patungan antara PT Perkebunan Nusangara III (Persero) dan PTPN IV, dilakukan Selasa (25/9) lalu, dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara via kapal MT Navig8 Gauntlet dengan tujuan pelabuhan bongkar Savanah, AS.

“Momentum ini merupakan peluang bagi Perkebunan Nusantara Group untuk menembus pasar Amerika dan Eropa dan menunjukkan bahwa PTPN mengadopsi prinsip-prinsip sustainability melalui penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dalam proses produksinya,” jelas Irwan Perangin-Angin dalam keterangan tertulis.

Selain itu, tambah Irwan, upaya tersebut membantu pemerintah dalam menghasilkan devisa negara dan memperkuat daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar global. Keberhasilan menembus pasar AS, melengkapi sukses Holding Perkebunan Nusantara menembus pasar Eropa.

Sebelumnya, Kadiv Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Arif Budiman mengatakan, pada tanggal 24 September 2019 Perkebunan Nusantara Group melaksanakan pengapalan CPO yang bersertifikat RSPO di Pelabuhan Kuala Tanjung yang merupakan produksi CPO dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sejumlah 4.000 Ton dengan nilai US$ 1,98 juta via kapal MT Sea Dolphin tujuan pelabuhan bongkar Hamburg dan Rotterdam.

Direktur PT INL Danny Surya Dharma menambahkan, dalam tahun ini INL sudah melakukan ekspor produk kelapa sawit senilai USD 29,4 juta. Adapun produk yang dihasilkan oleh PT INL, yaitu Olein, RBPO, Stearin dan Fatty Acid.

Mayoritas produk tersebut diekspor dengan negara tujuan antara lain Pakistan, India dan Bangladesh. Dalam tahun ini PT INL juga menargetkan untuk memproduksi bersertifikat RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil). (YR)