Suzuki
15 October, 2018

Jakarta, Perkebunannews.com – Harga biji kakao mengalami penurunan tipis pada penjualan di beberapa sentra utama penghasil kakao di Indonesia. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, misalnya, biji kakao un-fermented di tingkat petani terjual Rp 24.000/Kg. Pada Agustus lalu penjualannya tercatat Rp 25.750/Kg. Penjualan biji kakao un-fermented yang naik hanya di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, tercatat Rp 25.250/Kg. Pada Agustus lalu penjualannya tercatat Rp 23.650/Kg.

Biji kakao fermented juga mengalami penurunan seditik di beberapa sentra utama penghasil kakao. Di Aceh Utara, NAD, biji kakao fermented terjual Rp 25.450/Kg. Sedangkan pada Agustus lalu terjual Rp 28.000/Kg. Demikian juga di Jemberana, Bali, terjual Rp 43.100/Kg. Pada Agustus biji kakao fermented berhasil terjual Rp 43.950/Kg. Berikut hasil penjualan biji kakao di sentra utama penghasil biji kakao di Indonesia.

Kakao Un-Fermented
Aceh Tengah, NAD : 25.500
Asahan, Sumut : 26.000
Limapuluh Kota, Sumbar : 25.250
Lampung Timur, Lampung : 22.200
Kuningan, Jabar : 26.000
Wonogiri, Jateng : 23.300
Malang, Jatim : 25.680
Jembrana, Bali : 27.300
Ende, NTT : 24.650
Sigi, Sulteng : 28.150
Bulukumba, Sulsel : 24.000
Mamuju, Sulbar : 28.000

Kakao Fermented:
Aceh Utara, NAD : 25.450
Limapuluh Kota, Sumbar : 30.450
Merangin, Jambi : 22.000
Wonogiri, Jateng : 24.300
Trenggalek, Jatim : 31.475
Jembrana, Bali : 43.100
Ende, NTT : 24.000
Sinjai, Sulsel : 23.600

Sumber : Kementerian Pertanian
Red: Harga dalam rupiah per kilogram