10 January, 2020

Jakarta, perkebunannew.com – Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS) bisa berjalan jika ada suplay atau bahan bakunya, maka untuk menuju GRATIEKS harus meningkatkan produksinya dahulu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dengan para pelaku perkebunan. “Jadi solusinya yaitu menanam, memetik dan memasarkan,” terang Syahrul

Sebab, seperti diketahui bahwa produktivitas tanaman perkebunan masih dibawah dari potensi yang seharusnya. Sehingga sebelum melakukan ekspor, tingkatkanlah produktivitasnya, Sebab permintaan akan hasil-hasil perkebunan tidaklah kecil. Hal ini dapat dilihat dari tingginya ekspor hasil-hasil perkebunan.

Berdasarkan data Badan Pusat BPS, 2018 menunjukkan komoditas perkebunan berkontribusi terhadap PDB nasional sebesar Rp 489,25 Triliun, dengan nilai ekspor mencapai 27,9 milyar US$ atau Rp 402,6 Triliun. Selain itu berkontribusi sebesar 97,4% dari sisi volume terhadap total volume ekspor komoditas pertanian tahun 2018 dan berkontribusi sebesar 96,9% dari sisi nilai terhadap total nilai ekspor komoditas pertanian tahun 2018.

Artinya Syahrul mengakui, secara umum perkebunan mempunyai prospek yang cerah dan bisa meningkatkan ekspor tiga kali lipat. Seperti kelapa sawit, karet, kakao, kopi kelapa, lada, pala, dan lainnya. Tapi sekali lagi harus ditingkatkan dahulu produksinya.

“Terkait jika ada kendala dalam melakukan ekspor, maka saya bisa memberikan solusi. Namun yang terpenting saya titip buka lapangan pekerjaan melalui peningkatan ekspor,” tegas Syahrul .

Sehingga dalam hal ini Syahrul mengajak eksportir komoditas pertanian untuk meningkatkan kinerja ekspor komoditas pertanian. Sebab, peluang untuk meningkatkan ekspor pertanian masih sangat besar terlebih pada komoditas perkebunan.

Untuk itu pihaknya akan terus mengajak semua pihak termasuk kalangan dunia usaha untuk bekerjasama mendorong upaya ini. Kenali potensi ditiap daerah dan juga pasarnya. Manfaatkan informasi peta potensi dengan mudah melalui kantor karantina pertanian seluruh Indonesia.

“Kita jadikan sektor pertanian sebagai penyedia pangan sekaligus penggerak ekonomi terdepan bagi rumah besar kita bernama Indonesia,” harap Syahrul. YIN