Suzuki
29 October, 2018

Dari sisi daya saing, petani perkebunan Indonesia adalah juara. “Buktinya ekspor Indonesia di dominasi perkebunan. Perkebunan yang isinya pengusaha hanya ada pada kelapa sawit, sedang yang lain karet, kakao, kopi sepenuhnya dihasilkan oleh rakyat,” kata Ketua Badan Eksekutif Gapperindo (Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia), Agus Pakpahan, pada Munas Gapperindo.

Devisa yang dihasilkan perkebunan sudah melebihi devisa minyak dan gas bumi. Karena begitu penting dan strategisnya perkebunan, maka pada kabinet mendatang lebih baik diatur dalam Kementerian Perkebunan.

Pada kesempatan itu juga anggota Gapperindo minta supaya dinas-dinas perkebunan yang sudah banyak dilebur dengan dinas lainnya untuk dikembalikan lagi menjadi dinas perkebunan. Kondisi sekarang dimana perkebunan hanya menjadi bagian dari dinas pertanian membuat pembangunan perkebunan di daerah tidak fokus.

Dirjen Perkebunan, dalam sambutanya yang dibacakan Dedi Junaedi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, menyatakan peran Gapperindo penting untuk penguatan posisi tawar petani dengan penguatan kelembagaan untuk memperkecil peran broker, dan menjembetani hubungan petani dengan pemerintah menghadapi masalah yang semakin kompleks.

Masalah utama perkebunan saat ini adalah lemahnya kelembagaan petani sehingga broker berkembang. Koperasi-koperasi petani harus diperkuat dengan penghimpunan dana untuk membeli komoditas yang dihasilkan petani.