18 October, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Perusahaan-perusahaan anggota GAPKI mengklaim telah melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bahkan GAPKI telah bersinergi dengan lebih dari 527 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami membentuk desa siaga api baik di Sumatera dan Kalimantan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan berjalan sampai sekarang. Bahkan dibentuk desa-desa siaga api yang baru,” ujar Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (17/10).

Mukti mengatakan, perusahaan-perusahaan anggota GAPKI telah memenuhi seluruh sarana dan prasarana guna mencegah dan menanggulangi masalah kebakaran hutan lahan seperti menara pengawas, drone, pemadam kebakaran juga personel yang memiliki kecakapan penanggulangan kebakaran, dan lain-lain. Tidak hanya itu, sarana dan prasarana tersebut juga diberikan kepada masyarakat beserta dengan pelatihan-pelatihan yang memadai.

Menurut Mukti, program pencegahan merupakan inisiatif perusahaan anggota GAPKI bersama Pemerintah, Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat sekitar. Program sinergi bersama dengan masyarakat terbukti efektif untuk mengendalikan kebakaran lahan.

Program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dikemas dalam berbagai nama antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA) oleh PT Astra Agro Lestari Tbk, Desa Makmur Peduli Api (DMPA) oleh Grup Sinar Mas, Masyarakat Bebas Api oleh Musim Mas Grup, Fire Free Alliance (FFA) dari Grup Wilmar, Kelompok Tani Peduli Api oleh Grup Sampoerna Agro, dan sebagainya.

“Program ini terutama dilaksanakan di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Perusahaan anggota GAPKI lainnya juga mengemas kegiatan penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan ini dalam program CSR,” kata Mukti. (YR)