Suzuki
2 August, 2019

FMC setelah mengakuisisi unit bisnis Dupont, kedepan akan masuk ke kelapa sawit dengan produk herbisida untuk mengatasi masalah resistensi gulma di perkebunan kelapa sawit dan pengendalian Ganoderma. Togu Sitorus , Country Manager FMC Indonesia menyatakan hal ini.

FMC masuk mulai dari segmen padi, hortikultura juga perkebunan. Perkebunan merupakan salah satu segmen yang diincar setelah akuisi sebagian bisnis Dupont olegh FMC, sedang sebagian bisnis lainnya merger dengan DOW. Produk Dupont yang masuk ke FMC adalah herbisida Ally dan insektisida prevathon. Saat ini dipipe line FMC banyan produk yang bisa fokus ke perkebunan.

FMC saat ini merupakan perusahaan yang benar-benar fokus hanya pada pertanian. Selama ini produk kimia yang dihasilkan FMC ada yang masuk segmen pertanian dan bukan. Segmen non pertanian ini sudah dijual semua dan sekarang fokus pada pertanian dengan basis riset yang kuat.

FMC dengan agrochemicalnya ingin ikut memajukan pertanian Indonesia. Targetnya tahun depan menjadi 3 besar pemain agrochemical di Indonesia. “ Saya optimistis ini tercapai sebab potensi pertanian di Indonesia sangat besar,” katanya.

Togu optimistis Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia seperti yang dicanangkan oleh Kementan. Syaratnya semua stake holder harus memperhatikan banyak perubahan dalam pertanian.

Perubahan pertama adalah lingkungan. Dulu tidak ada musim tanam bulan Juli tetapi sekarang banyak. Dulu pasar pestisida bulan awal tahun naik, tengah tahun turun kemudian naik lagi. Sekarang tidak lagi karena setiap bulan adalah musim tanam. Selain itu persediaan pupuk harus diantisipasi, kalau mengandalkan pola lama maka bulan Juni-Juli bisa terjadi kekurangan pupuk.

Penyuluhan juga berubah. Dulu harus mengumpulkan orang kemudian dilakukan pembelajaran. Sekarang petani banyak yang menggunakan smartphone berbasis android dan mencari informasi lewat ini. Penyuluhan harus menyesuaikan diri dengan kondisi ini.

FMC adalah perusahaan dengan stewardship yang sangat kuat dan ikut menyesuaikan diri dengan teknologi. Dengan cara ini petani didampingi dari awal penanaman sampai panen.

FMC mengikuti perubahan ini misalnya penyemprotan menggunakan drone, drip irigation yang sangat efisien, pengembangan sayuran dan masuk ke nutrisi, pestisida kimia dan biologis juga masuk.

Produk unggulan FMC adalah insektisida prevathon yang merupakan market leader, herbisida ally untuk kelapa sawit. Nutrisi juga akan menjadi produk unggulan baik pupuk kimia dan organik. Dengan stewardship yang cukup kuat maka Togu yakin produknya akan diterima petani.