Suzuki
17 July, 2019

Buah kelapa tidak asing untuk masyarakat di Indonesia. Dahulu buah kelapa banyak dimanfaatkan sebagai minyak kelapa, melalui proses pengolahan menjadi kopra. Saat ini buah kelapa juga dimanfaatkan sebagai gula kelapa atau gula merah, dinikmati sebagai minuman kelapa muda, dan lain-lain.

“ Namun demikian ada pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, yaitu menumpuknya kulit kelapa yang terdiri dari batok dan sabut kelapa. Di sisi yang lain, ada peluang yang bisa dikembangkan, yaitu batok kelapa dibakar menjadi arang batok, yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, pedagang sate atau kuliner bakaran lainnya,” kata Wisnu Gardjito, pria yang disebut Cocoman karena aktivitasnya dalam industri kelapa kepada Perkebunannews.com.

Wisnu yang merupakan Dirut PT Sari Kelapa Inti Lestari (SKIL) akhirnya mendirikan anak perusahaan dengan dibawah PT SKIL dengan nama PT. Multi Briket Inti Pratama, yang bergerak di bidang industri pengolahan arang batok kelapa menjadi briket arang kelapa yang berkualitas ekspor. Pabrik PT. MBIP berlokasi di Kabupaten Subang Jawa Barat dengan kapasitas produksi sebesar 250.500 ton per bulan.

Wisnu Gardjito menjadi Direktur Utama, dibantu oleh Tanto Hertanto sebagai Direktur Produksi. Sedang Komisaris Utama adalah H. Asep Sulaiman Sabanda, dan drh. Tresna Setiabudi, sebagai Komisarisnya.

Karyawan pabrik direkrut dari masyarakat sekitar. Komut yaitu Asep Sulaiman membentuk satgas yang diberi nama `Laskar Garda Bangsa`. Laskar Garda Bangsa ini dibina dan dilatih sehingga mampu menjadi karyawan karyawati yang cakap dan berintegritas di pabrik briket arang kelapa ini.

Sedang bahan baku diambil dari anggota Komunitas The Green Coco Island yang dipimpin Wisnu juga, salah satunya adalah Koperasi Desa Agro (KDA) Indragiri Hilir dan Kampar, Riau. Mereka mengolah batok kelapa jadi arang kemudian dikirim ke Subang untuk diolah jadi arang briket. “ “Dengan cara ini masyarakat atau petani kelapa mendapatkan tambahan dari hasil penjualan batok kelapa yang selama ini belum dikelola dengan baik yang diolah menjadi arang briket,” kata Wisnu lagi.

Dalam rangka mengembangkan pasar briket secara global, tim marketing PT. SKIL bergerak cepat dengan mempromosikan produk briket melalui pameran/exhibition yang bertaraf internasional. Pada bulan Maret 2019, PT. SKIL mendelegasikan tim marketing di bawah komando langsung oleh Wisnu Gardjito, mengikuti Foodex 2019 di Chiba, Jepang.

“ Banyak peluang bisnis yang didapatkan dari ajang pameran tersebut. Sekarang kembali kepada kita, sebagi bangsa Indonesia, mau atau tidak mengelola peluang bisnis tersebut menjadi bisnis nyata yang mampu mendatangkan dollar untuk bangsa Indonesia,” katanya.