11 October, 2019

Malang, Perkebunannews – Selama 2014-2018, total nilai ekspor produk pertanian mencapai Rp1.957,5 tirliun dengan akumulasi tambahan mencapai Rp352,58 triliun. Akumulasi tersebut angkanya mencapai 109,8 persen dari nilai ekspor tahun 2013 yang hanya sebesar Rp320,9 triliun.

Adapun pada komposisi ekspor produk pertanian Indonesia saat ini masih didominasi oleh komoditas perkebunan, yang mencapai 91,4 persen dari total nilai ekspor produk pertanian Indonesia.

“Dengan demikian, kinerja ekspor produk pertanian Indonesia sangat ditentukan oleh kinerja produksi perkebunan saat ini,” kata Kasdi Subagyono, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) saat Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Kendati demikian, menurut Kasdi, sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Hal ini Kementan lakukan sebagai arahan dari Presiden Jokowi, agar memanfaatkan teknologi 4.0 pada sektor-sektor strategis.

“Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu: Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta big data. Kesemuanya itu mentransformasi cara manusia berinteraksi hingga pada level yang paling mendasar, juga diarahkan untuk efisiensi dan daya saing industri khususnya di sub sektor perkebunan,” terang Kasdi.

Melihat begitu, Kasdi sangat optimis melalui implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, diharapkan proses usahatani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing.

Namun, dalam mendukung revolusi industri 4.0, sub sektor perkebunan yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu: pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming). Data besar, sensor dan drone, alat analisis, “internet pertanian” dan otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0.

“Hal tersebut melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran,” pungkas Kasdi. YIN