11 July, 2019

Yogyakarta – Benar dua tim riset mahasiswa INSTIPER berhasil melaju ke sepuluh besar finalis lomba riset sawit tingkat mahasiswa tahun 2018-2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit (BPDPKS).

Hal tersebut diungkapkan Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng. saat melepas keberangkatan dua tim riset INSTIPER.

“Kedua tim tersebut telah berhasil menyisihkan 30 tim yang dinyatakan lolos dan didanai penelitiannya untuk selanjutnya menjadi 10 finalis untuk melakukan presentasi final yang akan dilaksanakan pada 12-17 Juli mendatang di Bogor,” kata Harsawardana.

Lebih lanjut, Harsawardana memaparkan kedua tim mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian INSTIPER yang diketuai oleh Iva Tri Wulandari dan Bella Cynthia Silaen. Tim pertama mengangkat judul “Alat Panen Otomatis berbasis Pneumatic Spring Return untuk Meningkatkan Efisiensi Panen Kelapa Sawit”.

Sedangkan, tim kedua mengangkat judul “Smart Storage Tank: Sebuah Sistem Kendali Mutu Crude Palm Oil (CPO) melalui Sirkulasi dan Temperatur untuk Mengurangi Oil Losses dan Penurunan Kualitas CPO Produksi Selama Penyimpanan”.

Iva Wulandari selaku ketua tim pertama menjelaskan, “penelitian ini dilatarbelakangi karena panen merupakan kegiatan yang penting dalam proses budidaya kelapa sawit. Karena sayang jika proses agronomi sudah dilakukan dengan baik, namun saat buah sudah masak tidak dipanen dengan segera.”

Selain itu, Wulandari menambahkan, penelitian ini juga dilatarbelakangi semakin usahnya mencari tenaga pemanen. Hal inilah yang mendasari untuk memberikan sentuhan mekanisasi dalam proses panen terutama pada proses menurunkan buah karena selama ini pemotongan buah masih dilakukan secara manual menggunakan dodos atau egrek.

“Pemanfaatan gaya pneumatic yang berasala dari daya dorong dari gas yang berasal kompresor akan mengarahkan mata dodos untuk bergerak maju memotong peleplah atau tandan buah kelapa sawit, sedangkan untuk gerakan kembali dari mata dodos menggunakan spring atau per/pegas untuk mengembalikan mata dodos ke posisi semula,” papar Wulandari.

Sementara itu, Isran Mohamad Pakaya dan Martinus Tambunan yang merupakan anggota tim menambahkan, “ke depan alat ini dapat dilengkapi dengan tangan robot yang kerjanya seperti egrek dan dilengkapi sensor berbasis artificial intelligence untuk mengenali kematangan buah sehingga buah yang dipanen benar-benar buah yang masak dan tidak menurunkan kualitas CPO yang dihasilkan”.

Pada tim kedua mengembangkan penelitian tentang storage tank yang dilengkapi dengan otomatisasi untuk mengatur sirkulasi dan temperatur untuk memastikan mutu CPO sehingga mengurangi oil losses dan penuruanan kualitas CPO produksi selama penyimpanan.

Sementara itu, Bella Cyntia Silaen menambahkan bahwa, pada umumnya storage tank CPO menggunakan pemanas di bagian bawah tanki dan memanfaatkan gaya konveksi untuk menggerakkan CPObertemperatur panas di bagain atas ke bagian bawah.

“Namun proses konveksi tersebut memerlukan waktu lama sehingga dikhawatirkan dapat meningkatkan asam lemak bebas di dalam CPO dan menurunkan kualitas CPO. Tim kami berusaha memodifikasi storage tank tersebut dengan menambahkan alat yang dapat mengontrol sirkulasi CPO sehingga terjadi sirkulasi temperatur di dalam tanki. Pada tanki ini juga kami pasang sensor yang dapat menghidupkan dan mematikan alat secara otomatis,” papar Bella. YIN