Suzuki

Jakarta – Tidak ada yang tidak mungkin termasuk meningkatkan produksi di lahan rawa, apalagi jika mengok data Kementerian Pertanian, ada sekitar 34,1 juta hektar lahan rawa yang tersebar di Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam buka puasa bersama PT Polowijo Gosari dengan Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) di Jakarta.

Menurut Adhie Widihartho, Chief Marketing Officer PT Polowijo Gosari, lahan rawa jangan dijadikan alasan untuk tidak bisa diolah menjadi lahan pertanian, baik perkebunan, tanaman pangan ataupun hotikultura.

“Sebab, dengan dolomit mampu memperbaiki kondisi lahan pertanian dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu, untuk tanaman padi lebih tahan terhadap hawa wereng batang cokelat. Jadi dolomit bukan hanya memperbaiki kesuburan tanah, tapi juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama penyakit,” terang Adhie.

Lebih dari itu, Adhie membenarkan bahwa kemampuan dolomit memperbaiki kondisi tanah tidak dimiliki pupuk organik umumnya. Bahkan sebenarnya dolomit juga sudah bagian dari pupuk organik dan bukan pupuk kimia.

”Kelebihan dolomit karena mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Zat itu sangat dibutuhkan tanah yang rusak dan masam untuk meningkatkan kesuburan lahan,” terang Adhie.

Artinya, Adhie mengatakan PT Polowijo Gosari sebagai produsen pupuk berbasis dolomit pertama dan terbesar optimis mampu mengubah lahan rawa menjadi lahan pertanian. Bahkan berdasarkan penelitiannya dolomite juga baik digunakan untuk lahan mineral.

Bahkan dolomit tidak hanya untuk bahan baku pupuk saja. Tapi dolomite juga bahan baku untuk keramik, kaca, tambak ikan dan aluminium alloy hingga bahan baku unuk semen. “Artinya pohon industri dolomit cukup banyak. Dolomit itu sumber kehidupan,” kata Adhie.

Meski begitu, Adhie optimis bahwa dolomit yang dimiliki oleh PT Polowijo Gosari tidak akan habis hingga 250 tahun. Ini karena cadangan dolomit yang dimiliki oleh PT Polowijo Gosari diperkirakan mencapai 500 juta ton. Cadangan dolomit itu dalam bentuk gunung atau bukit seluas sekitar 700 hektare (ha) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

”Kalau setahun saja produksinya sebanyak 2 juta ton, maka cadangan itu bisa mencapai 250 tahun,”pungkas Adhie. YIN