Suzuki
9 April, 2019

Joint Mission dari CPOPC (Council of Palm Oil Producing Countries) yang diselenggarakan di Brussel, Belgia menyatakan secara tegas menentang European Union Renewable Energy Directive II (the Delegated Act) otoritas EU yang menggolongkan minyak sawit sebagai tidak sustainable karena berisiko tinggi terhadap ILUC ( Indirect Land Use Change), perubahan penggunaan lahan secara tidak lansung.

Joint Mission CPOPC dipimpin oleh Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia. Delegasi Malaysia dipimpin oleh Sekjen Kementerian Industri Primer Tan Yew Chong.Sedang Kolombia yang masih berstatus sebagai peninjau dipimpin oleh Felipe Garcia Echeverri, Duta Besar Kolombia untuk Belgia dan Head of Mission untuk EU.

CPOPC menilai bahwa delegated act merupakan kompromi politik yang bertujuan mengisolasi dan mengecualikan minyak sawit dari mandat kewajiban sektor energi terbarukan EU. Rapeseed yang diproduksi Eropa dan minyak nabati lain yang tidak kompetitif menjadi lebih diuntungkan.

“Dalam pandangan kami tujuannya untuk membatasi dan secara efektif melarang penggunaan biofuel minyak sawit di EU dengan menggunakan konsep ilmiah yang tidak berdasar yaitu ILUC,” demikian pernyataan CPOPC.

Kriteria yang digunakan tidak berdasar dan secara sengaja hanya menyasar minyak sawit dan deforestasi tanpa memasukkan dampak lingkungan minyak nabati l seperti rapeseed. Bagi CPOPC ini adalah instrumen unilaterial yang langsung melawan produsen minyak sawit, sama saja dengan merintangi upaya negara-negara produsen untuk mememenuhi target SDGs.

CPOPC tegas menyatakan asumsi yang digunakan sama sekali tidak akurat secara ilmiah dan kriterianya diskriminatif. Klaim EU yang menyatakan sudah menggunakan dasar ilmiah sama sekali tidak bisa dibuktikan.

Kedelai yang berasal dari lokasi tertentu dianggap berisiko rendah dalam ILUC padahal hasil riset EU sendiri menyatakan bahwa kedelai adalah salah satu penyebab deforestasi di dunia. Dasar Delegated Act ini lebih banyak pada upaya politik dan proteksi ekonomi daripada perhitungan ilmiah dengan tujuan menyingkirkan minyak sawit dari pasar Eropa.

Lewat join mission ini CPOC menyampaikan keprihatinan pemerintah negara-negara produsen sawit pada pemimpin dan otoritas EU dan mencari solusi yang bisa diterima semua pihak.