Suzuki

PALANGKARAYA, Perkebunannews.com – Menteri Pertanian secara resmi meluncurkan Program Benih Unggul Perkebunan (BUN) 500 juta 2019 – 2024. Program penyediaan bibit sebanyak 500 juta ini untuk 10 komoditas meliputi kakao, kopi, karet, kelapa, lada, cengkeh, pala, tebu, teh dan jambu mete.

“Alhamdulillah hari ini kita lounching BUN 500. Kita sudah mulai tiga tahun yang lalu membuat pembibitan atas arahan Presiden dengan nilai Rp 5,5 triliun,” ujar Mentan Amran Sulaiman di Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah Kamis (18/7).

Mentan mengatakan, hari ini adalah tonggak sejarah baru Indonesia. Mimpi besar kita adalah mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia pada 1602 atau 500 tahun yang lalu. “Kita akan kembalikan kejayaan ini,” tukasnya.

Menurut Mentan, presiden banyak menerima masukan bahwa banyak petani menanam perkebunan dengan bibit sembarangan. Sehingga produksinya jauh di bawah rata-rata. Contonya kopi hanya 700 kg per hektar (Ha). Namun bibit umgguli bisa sampai 4 ton/Ha.

“Artinya kita bisa naik 400 persen produksinya hanya dengan bibit tadi. Kita juga membangun sentra bibit di seluruh Indonesia berdasarkan keunggulan komparatif suatu daerah. Cocok dengan agroklimatnya, topografi, struktur dan kesuburan tanah dan kulture budaya setempat,” jelas Amran.

Amran mengatakan, BUN 500 dimulai dari Kalteng. Gubernur Kalteng pun sudah menyiapkan infrastruktur lahan untuk perkebunan, hortikultura secara besar-besaran dengan ekspor. Sehingga akan menjadi lumbung perkebunan, hortiklutura dan pangan dari Kalimantan Tengah.

“Insya Allah ini kita bisa wujudkan karena kita mengingat dulu empat tahun yang lalu ekspor kita itu hanya 33 juta ton. Alhamdulillah 2018 sesuai data BPS meningkat menjadi 42,5 juta ton meningkat 9 juta ton,” ungkap Amran.

Mentan menyebutkan, nilai peningkatan ekspor perkebunan Rp 323 triliun. Sedangkan akumulasi ekspor perkebunan 2014 – 2018 Rp 990 triliun. “Ke depan kita harapkan bagaimana petani sejahtera,” katanya.

Lounching BUN 500 dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subgyono, Kepala Badan Litbang M Fadjri, Plt Sekjen Kementan, Guberbur Kalteng Sugianto Sabran, para bupati se-Kalteng dan pejabat terkait. Acara dihadiri juga sekitar 2000 petani. (YR)