Suzuki
15 February, 2019

Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia yang baru berdiri tahun lalu terus bergerak membentuk ASPEKPIR tingkat provinsi. Setelah ASPEKPIR Provinsi Riau, menyusul pembentukan ASPEKPIR Sumsel. Pelantikan ASPEKPIR Sumsel dilakukan tanggal 13/2/2019 pada sela-sela Acara Seminar Teknis Kelapa Sawit yang diselenggarakan Media Perkebunan/Perkebunannews.com di Palembang.

Ketua ASPEKPIR Sumsel adalah Bambang Giyanto, Ketua KUD Mukti Jaya, Musi Banyuasin, yang sudah sukses melaksanakan PSR, merupakan KUD pertama yang melaksanakan PSR mengikuti terbitnya rekomtek.

Pelantikan ASPEKPIR Sumsel dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina ASPEKPIR, Gamal Nasir. Sedang pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fachrurrozi.

Ketua Dewan Pembina ASPEKPIR, Gamal Nasir menyatakan, petani PIR merupakan perintis dari berkembangnya kelapa sawit di Indonesia saat ini. Ketika itu sawit belum dilirik orang, pemerintah sudah membuat program PIR. Tanpa program PIR belum tentu kelapa sawit Indonesia bisa sebesar sekarang.

Fachrurrozi menyatakan potensi peremajaan kelapa sawit di Sumsel mencapai 60.000 ha tetapi masih banyak kendala yang harus diatasi. Semua pihak seperti ASPEKPIR Sumsel diharapkan bekerjasama untuk mengatasi berbagai masalah ini.

Setiyono, Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia program utama asosiasi ini adalah bagaimana mempertahankan kemitraan. Tetapi kemitraan tidak seperti dulu bapa angkat anak angkat melainkan kesetaraan.

Bambang Giyanto menyatakan salah satu kunci sukses berkembangnya petani kelapa sawit PIR adalah dukungan pemda. Di Musi Banyuasin sendiri dukungan pemda yang luar biasa membuat KUD Mukti Jaya mampu melaksanakan peremajaan sendiri dan kedepan akan mengembangkan usaha lainnya, tidak tertutup kemungkinan membangun PKS sendiri.