Suzuki
1 February, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Guna menghadapi tantangan pasar minyak sawit yang semakin besar, PT Asian Agri fokus pada tiga hal, yakni menjaga produksi dan kualitas sawit, serta efisiensi. Sehingga keberlanjutan perusaah tetap berjalan.

Direktur Suistanability Relation Asian Agri, Bernard A Riedo mengatakan, tekanan pasar minyak kelapa sawit masih besar pada tahun ini. Hal ini karena isu perang dagang antara AS dan China yang mempengaruhi permintaan minyak sawit. Kampanye hitam juga terus terjadi di dalam negeri.

Untuk itulah, Asian Agri tahun ini akan fokus pada tiga hal. Pertama, berusaha tetap mempertahankan produksi meski tidak menambah pembukaan lahan. Pada 2018, produksi minyak sawit perusahaan sebesar 1,1 juta ton.

Kedua, menjaga kualitas hasil panen kelapa sawit agar harga jual ke pasar tidak turut anjlok seperti saat ini. “Kami tetap menerima buah dari petani mitra sesuai kualitas yang diinginkan perusahaan. Yang jelas tidak berasal dari kawasan hutan,” ujar Bernard di Jakarta, Kamis (31/1).

Ketiga, perseroan akan menjaga ongkos produksi. Dengan target produksi yang tetap, ongkos produksi diusahakan seminim mungkin. Caranya antara lain penghematan seperti menekan ongkos produksi, memanfaatkan semua bagian produksi kelapa sawit layak jual menjadi prioritas tahun ini. (YR)