Suzuki
18 April, 2019

Perkebunan kelapa sawit selalu disudutkan sebagai komoditas pengrusak alam. Padahal faktanya sebagian besar lahan kelapa sawit yang digunakan adalah areal alih fungsi lahan, dimana lahan tersebut sebelumnya beberapa merupakan lahan terlantar, yang telah dilakukan alih fungsi lahan sesuai peraturan berlaku.

“Sehingga lahan-lahan sawit tersebut tentunya memiliki sertifikat lahan seperti HGU untuk korporasi atau SHM untuk petani,” terang Direktur Sustainability and Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard Riedo

Terbukti, Bernard mencontohkan seperti areal konservasi tentunya didukung terlebih dahulu oleh HCV assessment yang dapat dilakukan oleh pihak ketiga. Bahkan dalam mendapatkan sertifikat HGU saat ini yang diwajibkan adalah adanya kemitraan dengan pekebun kecil atau petani minimal 20 persen dari luasan yang dimiliki.

Seperti Asian Agri, Seluruh areal luasan konservasi yang dimiliki saat ini sudah sesuai dengan HCV assessment yang telah dilakukan sebelumnya.

“Perusahaan kami dapat menjelajahi lebih lanjut kemungkinan adanya areal konservasi diluar HGU kami jika memang ada area yang dapat dialokasikan kepada kami untuk kami lakukan kegiatan konservasi dan restorasi lebih lanjut,” jelas Bernard. YIN